Polres Bolmong Gelar Rekontruksi Pembunuhan Taman Kota

0
587
Polres Bolmong Gelar Rekontruksi Pembunuhan Taman Kota Hukum
Tampak suasana rekonstruksi pembunuhan taman kota

ZONA HUKRIM – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Bolmong, menggelar rekonstruksi pembunuhan di taman Kota Kotamobagu, Selasa (04/11) siang tadi.

Rokonstruksi yang dijaga ketat puluhan anggota polisi lengkap dengan senjata laras panjang tersebut, melibatkan dua tersangka FD alias Ifa (21) dan AM alias Ade (19), warga Kotamobagu, serta 8 saksi lainya. Sementara korban diperankan oleh seorang anggota polisi.

Dari hasil rekonstruksi terungkap bahwa sebelum kejadian pada Jumat (30/10) dini hari, tersangka dan rekan-rekannya berpesta miras di Lorong Mimosa, Kelurahan Mogolaing. Usai melakukan pesta miras, Tersangka menggunaka sepeda motor megarah ke jalan taman kota. Saat berada di kompleks bundaran perempatan taman kota, kedua tersangka melihat telah terjadi keributan dua kelompok pemuda.

Tersangka AM alias Ade turun dari kendaraannya dan kemudian tanpa sebab langsung memukul korban Steven Lianto (19), warga Desa Lanut, Kecamatan Modayag, Kabupaten Bolmong Timur. Korban terkena pukulan dibagian rahang sebelah kiri hingga korban jatuh tersungkur. Tak sampai disitu, tersangka Ade kemudian menggilas korban dengan sepada motor dan langsung melarikan diri.

Pada adegan ke 14 rekonstruksi tersebut, datang tersangka FD alias Ifa, dan langsung menusuk korban dibagian pundak sebelah kiri dengan sebuah pisau. Tersangka langsung melarikan diri ke arah Modoinding, Kabupaten Minahasa Selatan. Pisau yang dipakai tersangka untuk membunuh korban dititipkan ke temannya di Modoinding.

Sementara, korban yang sudah jatuh tersungkur di kompleks taman kota sempat dilarikan sejumlah warga ke Rumah Sakit Umum Datoe Binangkang untuk mendapatkan perawatan medis. Sayangnya korban menghembuskan nafas terakhirnya pada pukul 10.00 Wita.

Kasat Reskirim Polres Bolmong AKP Iver Manosso saat di wawancarai zonabmr.com Selasa (4/11) siang tadi mengatakan, akibat perbuatanya, tersanga terancam hukuman 15 tahun penjara. “Ancaman hukumanya untuk pembunuhan berencana 15 tahun dan kita subsiderkan 351 ayat 3 tentang penganiayaann menyebabkan meninggal dunia dan primernya pembunuhan,” singkat Manossoh.

Peliput: Gito Mokoagow

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here