Polres Gelar Perkara Kasus Anak Bupati Boltim

0
568
Polres Gelar Perkara Kasus Anak Bupati Boltim Boltim Headline Hukum
Kapolsek Kotabunan, Kompol Teddy Pontoh

ZONA HUKRIM – Satuan Reserse dan Kriminal Kepolisian Resor (Polres) Bolaang Mongondow (Bolmong), melakukan gelar perkara kasus penganiayaan yang melibatkan anak Bupati Boltim, FL alias Fuad, Kamis (28/5) kemarin. Pelaksanaan gelar perkara di Aula Polres Bolmong tersebut, dipimpin KBO Reskrim, Iptu Marto Dewata. (Baca: Diduga Aniaya Warga, Anak Bupati Boltim Dipolisikan)

Selain Fuad, pihak terlapor yang hadir yakni, RA alias Rauda dan Amirudin beserta kuasa hukum Rudi Lahunduitan. Sementara dari pihak pelapor dihadiri Fahri Sechmat dan Hilda Mokodompit bersama kuasa hukumnya, Charli Tuela dan Jakson.

Sementara usai gelar perkara, KBO Reskrim Polres Bolmong Iptu Marto Dewata saat diwawancara belum mau mengomentari lebih jauh kasus tersebut. Menurutnya kasus itu masih dalam penanganan.

Di tempat yang sama, pihak kuasa hukum Hilda Mokodompit mengakui laporan kliennya akan segera memasuki tahap satu, “Hasil gelar perkara, pihak Polres melalui KBO Reskrim mengakui untuk laporan klien kami akan segera memasuki tahap I untuk dikirim ke Kejaksaan, setelah berkas rampung,” aku Charli.

Hal yang sama dinyatakan Jakson, bahwa kasus tersebut dalam waktu seminggu akan segera dilimpahkan. ”Seminggu setelah pelaksanaan gelar perkara ini, berkas klien kami akan segera rampung dan diajukan ke Kejaksaan untuk ditindaklanjuti. Sesuai pernyataan KBO Reskrim.” terangnya.

Sementara itu, Fuad sendiri enggan mengomentari pertanyaan wartawan usai gelar perkara. Bahkan saat diambil gambar Fuad bersama keluarga menghindar dari jepretan kamera wartawan sejumlah media cetak dan elektronik.

Diketahui, dalam kasus tersebut para pihak saling melayangkan laporan kepolisian. Sebagaimana pada laporan perkara nomor 75 diajukan oleh Fahri Semat dengan tuduhan penganiayan yang dilakukan oleh Twin. Sementara laporan nomor 76 diajukan Hilda Mokodompit, dengan laporan ancaman pasal 170 kepada Fuad dan istrinya, bersama mertua Amirudin. Kemudian ada juga laporan perkara nomor 77 yang dilayangkan Fuad dengan ancaman pasal 351.

Menariknya kasus tersebut, laporan yang dilayangkan putra Bupati Boltim Sehan Landjar itu, malah didahulukan proses penangannya oleh pihak kepolisian.

Terkait hal itu, Kapolsek Kotabunan Kompol Teddy Pontoh mengungkapkan, kondisi tersebut perlu dibijaki dengan arif akibat konsentrasi massa di wilayah Kotabunan pada khususnya, dan umumnya di wilayah Boltim karena sedang menjalani tahapan pelaksanaan Pilkada.

Menurut Pontoh, laporan nomor 77 yang dilayangkan Fuad, sudah terlebih dahulu diajukan karena banyak pertimbangan, tanpa mengecualikan laporan dari Hilda dan Fahri karena tetap akan dilimpahkan.

“Kami lebih dulu memproses laporan Fuad karena adanya konsentrasi masa yang bisa membuat stabilitas tidak kondusif di wilayah Kotabunan, karena ada ancaman penyerangan rumah Hilda oleh warga pada saat itu,” terang Pontoh.

Lebih lanjut Pontoh mengatakan, terkait dengan kejelasan kasus tersebut, tinggal proses yang nanti akan dijalani oleh penyidik Polres untuk segera dilimpahkan ke Kejaksaan. “Kita tunggu saja kelanjutan kasus ini, karena 3 laporan ini diproses semuanya,” tutup Pontoh.

Reporter: Gito Mokoagow

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here