Potensi Menjanjikan, Bawang Merah Topang Ekonomi Petani

0
76
Potensi Menjanjikan, Bawang Merah Topang Ekonomi Petani Ekonomi Kotamobagu
Petani bawang merah Kotamobagu. 

ZONA EKONOMI – Wilayah Kota Kotamobagu ternyata sangat cocok untuk pengembangan potensi bawang merah. Hal ini disampaikan Urief Hassan, mewakili Komunitas Petani Bawang Merah Kotamobagu, saat memberi sambutan disela kunjungan Gubernur Sulut, Olly Dondokambey, di Kota Kotamobagu, Senin (20/7).

Menurut Urief, potensi bawang merah di Kota Kotamobagu dan Bolaang Mongondow sangat menjanjikan. Hasil yang didapat dalam sekali panen sangat menguntungkan. Hal itulah yang mendorong pihaknya mengembangkan komoditas salah satu jenis tanaman pertanian tersebut. “Inilah kami Komunitas Petani Bawang Merah Kota Kotamobagu. Selama ini BMR dikenal sebagai lumbung beras, lumbung jagung dan lumbung kopra. Kami sekarang sudah menambah lagi komoditas bawang merah,” katanya.

Dihadapan Gubernur dan jajaran Pemprov Sulut serta wali kota, wakil wali kota dan jajarannya, ia mengungkapkan, harga komoditas bawang merah relatif lebih mahal dibandingkan komoditas lainnya, seperti jagung, beras dan kopra. Selain itu, masa tanamnya juga lebih cepat sehingga sangat menguntungkan petani. “Di lahan seluas 8000 meter persegi ini, kami tanam 450 kilo gram. Masa tanam sampai siap panen itu 59 sampai 60 hari. Kalau hasilnya bagus, bisa menghasilkan 8 sampai 10 ton dalam sekali panen. Kami harap Pak Gubernur yang dikenal sebagai petani hebat bisa bergabung bersama Komunitas Petani Bawang Merah. Ini demi Sulut yang sama-sama kita cintai dan kesejahteraan petani yang semakin baik dan meningkat,” ungkapnya.

Disisi lain, ia juga menyampaikan kendala yang dihadapi petani bawang di Kota Kotamobagu. Menurutnya, dalam penggarapan lahan pihaknya hanya mengandalkan modal sendiri. “Kami sudah mengelola sekitar 50 hektar yang sudah tanam. Ada 30 anggota komunitas kami. Potensi ini (bawang merah) sangat menjanjikan. Tapi dari sisi permodalan yang menjadi kendala selama ini. Kami hanya mengandalkan modal sendiri dan berjuang bersama. Kami memperkerjakan kurang lebih 500 tenaga kerja selama pekerjaan di lahan yang kami garap,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Wali Kota Tatong Bara, Wakil Wali Kota Nayodo Koerniawan dan Ketua DPRD Meiddy Makalalag, yang selama intensi membantu segala aktivitas dalam rangka pengembangan komoditas bawang merah di Kota Kotamobagu.

Sementara itu, Wali Kota Tatong Bara menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Gubernur Sulawesi Utara yang telah memberi bantuan bibit bawang merah dan jagung untuk petani di Kota Kotamobagu. Bantuan yang diberikan itu menurut wali kota akan sangat menunjang petani dalam meningkatkan produktivitas tanaman pertanian, khususnya bawang merah dan jagung. “Kalau sebelumnya Kota Kotamobagu dikenal dengan beras Kotamobagu dan kopi Kotamobagu, maka sekarang bertambah lagi dengan bawang merah Kotamobagu. Sekali lagi, terima kasih pak gubernur atas bantuan yang diberikan. Ini menjadi energi positif bagi masyarakat khususnya petani di Kota Kotamobagu,” sebut wali kota. (guf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here