Home Headline Prihatin Kasus Kekerasan Terhadap Guru, Begini Imbauan Asisten III Setda Kotamobagu

Prihatin Kasus Kekerasan Terhadap Guru, Begini Imbauan Asisten III Setda Kotamobagu

0
178
Prihatin Kasus Kekerasan Terhadap Guru, Begini Imbauan Asisten III Setda Kotamobagu Headline Kotamobagu
Adnan Massinae

ZONA KOTAMOBAGU – Kasus penganiayaan menggunakan barang tajam yang dialami seorang guru di salah satu sekolah di Sulawesi Utara, mendapat tanggapan dari Assiten III Sekretariat Daerah (Setda), Adnan Massinae.

Mantan Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) itu berharap kasus serupa tidak sampai terjadi di Kota Kotamobagu. “Kita harap kejadian seperti ini tidak terjadi di Kotamobagu,” harapnya.

Untuk mengantisipasi kejadian itu, ia mengingatkan meminta Dinas Pendidikan untuk lebih meningkatkan atau mengarahkan lagi masalah kurikulum di sekolah tentang kegiatan-kegiatan siswa, serta pola pendekatan antara guru dan orang tua murid.

“Pola ini harus dilakukan disetiap sekolah di Kotamobagu, agar guru dan orang tua bersama-sama mendidik anak. Sebab guru tidak cukup mendidik anak begitu juga orang tua, karena 8 jam anak-anak di sekolah. Sehingga lingkungan keduanya itu yang akan mempengaruhi tingkat pola anak-anak,” ujar Adnan.

Lanjutnya, bagi para orang tua dan masyarakat agar jangan sampai membiarkan anak-anak lepas dari kendali, seperti hidup sendiri, minum minuman keras, terbiasa dengan rokok pada saat anak masuk diusia remaja.

“Makanya yang sangat penting pengendalian di bidang agama. Sebab anak-anak sekarang tingkat emosinya labil. Apalagi tingkat SMP/SMA masa puber mereka yang harus dikendalikan dengan nilai-nilai agama dan nilai-nilai sosial budaya yang baik,” kata Adnan.

Dirinya menekankan, kepada Dinas pendidikan harus lebih meningkatkan lagi dan mengarahkan kurikulum dipembinaan agama serta sosial budaya. “Pengenalan lingkungannya, dan kemudian banyak bersosialisasi antara orang tua dan guru untuk lebih mengenal karakter anak-anak didik bagaimana dia sekolah,” imbuhnya.

Mantan Penjabat (Pj) Sekda Kotamobagu ini, juga menghimbau bagi sekolah-sekolah agar lebih proaktif dan sering mengundang orang tua murid. “Jadi setiap ada persoalan dari anak-anak, orang tua langsung diundang untuk membicarakan karakter anak tersebut agar tidak ada mis komunikasi antara siswa dan orang tua,” imbaunya.

Adnan juga berharap, para orang tua murid juga harus memahami kinerja guru, misalnya anak-anak dibina, dibimbing atau dihukum kecil-kecilan, gurunya harus dibantu untuk memahami anaknya. “Setelah sampai di rumah diingatkan ke anak-anak bahwa guru kamu itu betul, karena tugasnya untuk membimbing. Kemudian orang tua harus memahami bahwa 8 jam anak di sekolah harus diserahkan sepenuhnya ke guru. Dan guru juga harus memahami bahwa tugasnya mendidik, tidak serta merta melakukan tindakan yang tidak baik, dan harus mengetahui karakter anak didiknya,” tutur Adnan.

Selain itu kata Adnan, guru dan para orang tua juga harus memantau setiap aktifitas anak-anak ketika sudah pulang sekolah. “Sekarang banyak anak-anak pulang sekolah belum tentu mereka langsung ke rumah. Kadang singgah di warnet, kongko-kongko, apalagi di media sosial sangat mempengaruhi pola pikir mereka,” ujarnya.

Ditambahkannya, kepada tenaga pendidik diharapkan agar pada lima menit terakhir sesi pembelajaran akan berakhir, supaya dikeluarkan himbauan kepada para siswa kalau pulang sekolah langsung ke rumah masing-masing.

“Jika sudah sampai dirumah, cium tangan orang tua dan lain sebagainya. Jadi lima menit terakhir gurunya menjadi orang tua murid, sampaikan bahasa bahasa yang baik, jangan hanya jadi pendidik tapi jadi orang tua juga. Saya berharap dinas pendidikan juga harus memperhatikan kesejahteraan para tenaga pendidik, mudah-mudahan pemerintah daerah punya dana lebih untuk memperhatikan kesejahteraan para guru,” tukasnya. (gjm)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here