PT JRBM Mulai Arogan. Warga sekitar Boundry Mengaku Diintimidasi

0
652

PT JRBM Mulai Arogan. Warga sekitar Boundry Mengaku Diintimidasi Bolsel

ZONA BOLSEL – Keberadaan PT J Resources Bolaang Mongondow (JRBM) sebagai perusahaan pertambangan emas yang beroperasi di wilayah perbatasan antara Bolmong Induk dan Bolmong Selatan (Bolsel), kini mulai meresahkan masyarakat sekitar. Pasalnya, pihak perusahaan mulai melakukan tindakan arogan serta mengintimidasi warga yang memiliki lahan disekitar daerah eksploitasi perusahaan.

Dari pengakuan beberapa warga, beberapa hari lalu petugas keamanan perusahaan dan aparat kepolisian dikirim perusahaan untuk mengusir mereka. “Kami didatangi sekuriti dan aparat kepolisian dan langsung menyuruh kami pulang dengan nada yang arogan dan penuh intimidasi. Alasan mereka kawasan tersebut milik perusahaan,” aku Herdi Makalunsenge.

Tindakan pihak perusahaan tersebut, kata Herdi lagi, sudah berlebihan “Padahal Kami beraktivitas di luar areal ekploitasi perusahaan. Kami di luar boundry dan tidak mengganggu aktivitas perusahaan,” terangnya.

Dia menjelaskan, izin kontrak karya (KK) yang dikantongi JRBM itu sangat besar dan tidak semerta-merta berbuat seenaknya terhadap masyarakat yang ada di wilayah kontrak karya. “Saya perlu jelaskan, wilayah yang masuk kontrak karya itu sangat besar. Beberapa desa baik yang ada di Kabupaten Bolmong Induk dan Bolsel, juga masuk dalam kontrak karya. Nah, jika memang ada aturan yang melarang masyarakat beraktivitas di areal kontrak karya, maka JRBM harus menghentikan semua aktivitas masyarakat termasuk aktivitas pertanian, perkebunan, kehutanan, bahkan rumah-rumah penduduk dibongkar semua,” jelas mantan aktivis LSM Molintak ini.

Sementara itu, aktivis pemerhati Bolmong Raya Andika Hasan menyarakankan, agar manajemen JRBM tidak perlu kaku menjabarkan aturan. Kontrak karya tersebut hanya sebuah produk perizinan yang dikeluarkan oleh pemerintah dan bukan undang-undang. “Jika ada masyarakat yang dianggap melanggar hukum, maka bukan kewenangan JRBM untuk mengadili, melaikan kewenangan pemerintah. Kami perlu ingatkan, JRBM jangan mengambil alih kewenangan pemerintah. Kehadiran JRBM hanya sebatas kontraktor pemerintah saja,” jelas Andika.

Petinggi PT JRBM Adi Prasetyo mengaku, bahwa pihaknya hanya sekadar melakukan kroscek apa benar ada masyarakat yang beraktivitas di sekitar areal perusahaan. “Memang ada tim yang dikirim, tapi mereka hanya mengecek dan mengambil koordinat saja. Memang benar ada aktivitas masyarakat yang berada di luar areal eksploitasi setelah koordinatnya kami ploting ke peta. Persoalan ada personil perusahaan yang bersikap arogan itu diluar perintah. Saya minta maaf kalau ada tindakan orang perusahaan yang tidak berkenan,” kata Adi.(zoners)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here