Ratusan Warga Tanoyan Demo Tolak Perusahaan Tambang

0
410
Ratusan Warga Tanoyan Demo Tolak Perusahaan Tambang Bolmong
Tampak suasana demo

ZONA BOLMONG – Ratusan masyarakat Desa Tanoyan Utara dan Tanoyan Selatan, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolaang Mongondow, menggelar demo, Sabtu (23/05). Aksi itu dilakukan sebagai protes masuknya dua perusahaan tambang di daerah setempat.

Kedua perusahan tersebut yakni PT Gunung Damavan Persada dan perusahaan tambang yang disebut-sebut milik pengusaha Jhon Karamoy yang difasilitasi oleh politisi senior Syahrial Damopolii, kerjasama dengan Koperasi Unit Desa (KUD) Perintis.

Aksi warga dua desa bersama para aktivis dari SAMAPTA (Sarjana Mahasiswa Pemuda Tanoyan) tersebut digelar di depan tugu perjuangan desa Tanoyan Selatan selama 3 jam dan dikawal aparat dari Polres Bolmong dan Polsek Lolayan.

Meski diguyur hujan lebat, namun antusias masyarakat kedua desa dalam menolak dua perusahaan tambang itu tak surut. Bahkan ratusan masyarakat melakukan penandatanganan pada kain putih yang terpampang kalimat bukti penolakan masyarakat terhadap perusahaan tambang. “Ini bukti penolakan kami terhadap perusahaan,” kata Kiki, warga setempat.

Koordinator lapangan (Korlap), Abdul Nasir Ganggai mengatakan, keberadaan dua perusahaan tambang yang akan masuk mengelolah lahan 100 hektar milik KUD perintis, hanya akan merugikan dan menyengsarakan masyarakat dan merupakan trik untuk menguasai seluruh lahan pertambangan di tanoyan.

“Kontrak kerjasama antara KUD Perintis dan 2 perusahaan dilakukan dengan tertutup tanpa diketahui dan melibatkan masyarakat. Ini tindakan bajingan yang harus dilawan, masyarakat mereka korbankan melalui kesepakatan-kesepakatan yang tertutup rapih dengan mendatangkan peralatan dan teknologi canggih untuk kepentingan kantong mereka,” teriak Nasir dibalik pengeras suara.

Tak hanya itu, dikatakan, kerjasama dengan KUD Perintis hanyalah trik untuk masuk terlebih dahulu, karena targetan mereka adalah seluruh lahan pertambangan yang ada di tanoyan.

“Mustahil 2 perusahaan skala besar hanya mengelolah 100 hektar dengan dibagi dua. Selain itu, dampak kegiatan perusahaan besar dengan menggunakan alat dan teknologi canggih, sangat mengancam masa depan masyarakat dan generasi masa yang akan datang, hingga kondisi lingkungan.”

Selain itu, keutungan dari hasil kerjasama pengelolaan tambang antara KUD Perintis dan perusahaan PT Gunung Damavan Persada, hanya 10 persen. “Itu pun masuk kepada pengurus KUD Perintis. Cara seperti ini harus dipertanggungjawabkan kepada masyarakat. Ini bentuk penghianatan terhadap komitmen perjuangan yang sejak awal menolak perusahaan apapun masuk ke desa kami,” tambahnya.

Nasir dan rekan-rekanya juga meminta agar KUD Perintis Tanoyan dibubarkan. “Kami minta KUD Perintis dibubarkan. Karena sudah meresahkan masyarakat. Pemerintah Desa juga harus segera memfasilitasi dialog antara masyarakat dan KUD Perintis, semua harus dibuka agar diketahui siapa-siapa mafia dibalik kesepakatan tersembunyi itu,” pungkasnya.

Usai melakukan orasi di depan gedung pemuda, mereka melakukan orasi dengan mengelilingi dua desa tersebut. Aksi berjalan tertib, damai dan tak ada tindakan anarkis dari para pendemo.

Reporter: Wiradi Gilalom

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here