Rencana Mal Masuk Kotamobagu, Noval: Izin Pembangunan Lebih Ketat

0
257

Rencana Mal Masuk Kotamobagu, Noval: Izin Pembangunan Lebih Ketat Kotamobagu

ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu tengah membangun komunikasi dengan investor untuk membangun mal, atau gedung/kelompok gedung yang berisi macam-macam toko yang dihubungkan oleh jalan penghubung. Hal itu sebagaimana diungkapkan Sekretaris Kota (Sekkot) Kotamobagu, Tahlis Gallang beberapa waktu lalu.

“Kita tengah menjajaki komunikasi dengan salah satu investor mal yang tertarik dengan investasi di Kotamobagu. Kalau sudah ada hasilnya, pasti diinformasikan kepada masyarakat,” ungkap Tahlis.

Terkait rencana masuknya investor pembangunan mal, Kepala Kantor Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kotamobagu, Noval Manoppo menegaskan, dalam proses pengurusan izin mal akan berlangsung sangat ketat. Salah satunya dengan memintakan dokumen Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL-UKL).

“Kita akan meminta dokumen UKL-UPL sebagaimana tercantum pada Undang-Undang Nomor 32 tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Kenapa harus UKL-UPL, karena untuk kriteria mal, tidak masuk dalam wajib AMDAL, seperti indomaret dan alfamart contohnya,” ungkap Noval, saat dikonfirmasi zonabmr.com senin (04/04) pagi tadi.

Di sisi lain, Noval mengaku dengan masuknya mal di Kotamobagu akan berdampak sangat signifikan pada Pendapatan Asli Daerah (PAD), “Tetapi, sebagaimana investasi lainnya yang masuk, kita harus mengacu pada aturan. Kita tak bisa hanya terpaku pada factor-faktor PAD, atau lainnya. Apa terlebih soal lingkungan,” tambah Noval.

Sementara itu, sejumlah masyarakat Kota Kotamobagu mengaku sangat mendukung jika dibangunnya mal di Kotamobagu. Hal ini didasari pada tingkat konsumtif masyarakat Kotamobagu, yang lebih memilih Manado untuk berbelanja karena adanya fasilitas perbelanjaan yang lebih memadai.

“Wajar saja jika masyarakat Kotamobagu berbelanja di Manado, karena di sana banyak tempat perbelanjaan yang representatif. Oleh karena itu, perlu ada dukungan untuk masuknya investasi di Kotamobagu berupa Mall ini,” ungkap alumnus Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Widya Dharma Kotamobagu, Ali Majaan.

Reporter: Gito Mokoagow

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here