Sachrul Tolak Gunakan Pin Emas dan Jas Saat Pelantikan

0
628
Sachrul Tolak Gunakan Pin Emas dan Jas Saat Pelantikan Boltim
Ketua DPD PAN Boltim, Sam Sachrul Mamonto

ZONA BOLTIM – Tampaknya ada yang perlu ditiru oleh para wakil rakyat. Salah satu Calon legislatif (Caleg) terpilih untuk DPRD Bolaang Mongondow Timur (Boltim), memilih tidak akan menggunakan Jas dan pin emas yang dibiayai uang negara saat pelantikan.

“Lebih baik anggarannya dialihkan saja pada pembangunan ataupun rehabilitasi sekolah. Itu jauh lebih penting. Saya akan gunakan jas pribadi saya yang dipakai saat menikah dulu. Dan untuk pin, kecuali yang terbuat dari aluminium, kalau dari emas, saya tak akan gunakan,” kata Caleg dari partai amanat nasional (PAN) Boltim, Sam Sachrul Mamonto, Kamis (19/6).

Menurut Sachrul, pin emas menjadi tanda pembeda antara wakil rakyat dan rakyatnya. Dirinyapun tidak mau wakil rakyat dibedakan dengan rakyatnya.  “Yang akan dinilai masyarakat bukanlah jas yang harganya mahal atau pin yang terbuat dari emas, melainkan kinerja,” ucap pria yang memiliki kans kuat menjadi Ketua DPRD Boltim ini.

Lebih lanjut Sachrul mengatakan, dirinya telah sampaikan ke Sekwan, bahwa tidak ingin menggunakan jas dan pin emas. Ia berniat ingin merubah pola pikir masyarakat terhadap para anggota dewan. “Sebelumnya sudah ada yang datang mengukur jas, tapi saya tolak,” tegasnya.

Sementara itu, kepala bagian umum sekretariat dewan (setwan) Boltim, Fredy Sumenge mengungkapkan, untuk pengadaan jas dan pin emas, sudah dianggarakan sebanyak 22 pasang, dengan anggaran Rp.129 juta. Setiap anggota dewan dapat jas dan pin emas dengan berat 10 gram. Biaya penjahitan dan belanja kain, sudah dianggarkan bersamaan.

“Jadi yang di pesan semuanya pin emas. Kalau ada yang tidak mau menggunakannya, kami juga tidak tau bagaimana, karena selama ini tidak ada yag menolak begitu,” ungkap Sumenge.

Sumenge menerangkan, pihaknya telah mulai melakukan pengukuran baju setiap anggota dewan terpilih, Sementara sudah ada 7 yang selesai diukur. “Untuk anggota dewan yang terpilih kembali, belum ada yang menggunakan jas dan pin lama. Khusus jas, mereka mengatakan, kualitas kainnya harus lebih baik dari sebelumnya,” terang Sumenge.

Sekretaris Dewan (Sekwan) Husain Mamonto mengungkapkan, jas dan pin emas merupakan hak dari setiap anggota dewan terpilih, yang akan digunakan dalam pelantikan nanti. “Kalau ada anggota dewan terpilih yang menolak, kami tidak bisa memaksakannya. Untuk anggarannya akan dialihkan pada kebutuhan lainnya,” ungkap Husain.

Peliput: Gito Mokoagow

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here