Sangadi se-Bolmong Tukar Informasi Soal Pembangunan Desa Lewat Bursa Inovasi Desa

Sangadi se-Bolmong Tukar Informasi Soal Pembangunan Desa Lewat Bursa Inovasi Desa Bolmong
Bupati Yasti Soepredjo Mokoagow (ke-enam dari kanan) dan Wakil Bupati Yanny Ronny Tuuk (ke-lima dari kanan) foto bersama usai kegiatan.

ZONA BOLMONG – Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) menggelar bursa inovasi desa di Gedung Bagas Raya Yadika, Desa Kopandakan II, Kamis (13/9). Bupati Bolmong Yasti Soepredjo Mokoagow dan Wakil Bupati Yanny Ronny Tuuk bersama jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolmong, hadir pada kegiatan tersebut.

Dalam sambutannya, bupati mengatakan kegiatan bursa inovasi desa sangat baik mengingat Kabupaten Bolmong memiliki desa paling banyak di bandingkan daerah lain di Bolmong Raya. Oleh karena itu, bupati meminta para peserta kegiatan terutama pada sangadi untuk mencermati arahan yang disampaikan tenaga ahli pendamping desa, baik dari kementrian, provinsi maupun pendamping yang ada di Bolmong. “Saya harap juga agar para pendamping dapat memberi masukan kepada sangadi dan BPD, agar pelaksanaan semua program pembangunan di desa bisa berjalan dengan baik,” kata bupati.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DMPD), Ahmad Yani Damopolii, mengungkapkan kegiatan bursa inovasi desa itu merupakan implementasi dari Program Inovasi Desa (PID) yang menjadi wadah pertukaran informasi dan pengetahuan antar desa dalam hal melaksanakan program inovasi desa. “Tujuannya untuk mendorong penggunaan dan pemanfaatan dana desa yang lebih berkualitas, efektif dan efisien melalui kegiatan inovatif dan produktif,” ungkapnya.

Lanjutnya, PID merupkan salah satu upaya pemerintah mewujudkan agenda Nawa Cita dalam RPJMD 2015-2019. PID dimaksudkan untuk meningkatkan kapasitas desa sesuai dengan Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang desa, dalam mengembangkan rencana dan pelaksanaan pembangunan desa secara berkualitas, agar dapat meningkatkan produktifitas rakyat dan kemandirian ekonomi, serta mempersiapkan pembangunan sumber daya yang memiliki daya saing.

“Ada dua komponen utama dalam PID yaitu, pengelolaan pertukaran pengetahuan dan inovasi desa dan penyediaan peningkatan kapasitas teknis desa dengan tujuan agar desa-desa mendapatkan jasa layanan teknis yang lebih berkualitas dari lembaga profesional,” jelasnya. (trz)

Leave a Response