Sehan: Tidak Segampang Itu Menutup Aktivitas PT BPR

1
639
Sehan: Tidak Segampang Itu Menutup Aktivitas PT BPR Boltim

Bupati Boltim, Sehan Landjar

ZONA BOLTIM – Pemkab Bolaang Mongondow Timur (Boltim) dinilai main mata dengan Perusahaan tambang Boltim Primanusa Resources (BPR) yang masih beraktivitas di Gunung garini, Boltim. Begitu dikatakan Sukri Modeong, salah satu Warga Buyat, Kecamatan Kotabunan, Minggu (30/11).

Dia menuturkan, seharusnya dalam agenda Tim Pemkab Boltim yang bertandang ke hutan Garini beberapa waktu lalu, telah menghentikan sepenuhnya aktivitas PT BPR. “Coba kita ambil contoh seperti yang terjadi di Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), Pemerintah Mitra saat mengambil keputusan untuk berhentikan perusahaan tambang, mereka tidak setangah hati, bahkan langsung di-police line, dan aktivitas dihentikan,” kata Sukri.

Lanjutnya, Bupati Boltim Sehan Landjar juga tidak mempunyai ketegasan menyangkut hal tersebut. “Pak Bupati juga saya nilai tidak tegas. PT BPR kita ketahui bersama sudah melakukan pengerusakan hutan garini, bahkan kami masyarakat buyat hanya ingin melakukan penebangan satu sampa dua pohon pasti akan diproses, tapi kenyataannya pihak perusahaan telah melakukan penebangan besar-besaran tidak tindak lanjuti. Sebenarnya ada apa?” Ungkap Sukri.

Lebih lanjut Sukri mengatakan, khsusnya bagi Satuan Kinerja Pemerintah Daerah (SKPD) terkait yakni BLH, ESDM, Dishutbun, juga terkesan tidak prihatin dengan kerusakan hutan Garini. “Kasihan dengan pemerintahan saat ini, mereka hanya selalu mengambil keuntungan tetapi tidak memperhatikan kerusakan yang terjadi di daerah, khsusnya di hutan garini yang dirusak oleh PT BPR,” tutur Sukri.

Dirinya pun berharap, Pemkab Boltim lebih serius menangani dan jangan setengah hati untuk menutup aktivitas perusahaan. “Kemarin kami naik di sana (hutan garini.red), aktivitasnya (PT BPR) tetap masih berjalan,” bebernya.

Sementara itu, Kepala Dishutbun Boltim, Sony Warokah, saat dihubungi terkait penebangan yang dilakukan PT BPR mengatakan, dirinya pun baru mengetahui kondisi itu saat tim terpadu naik ke hutan garini beberapa waktu lalu.”Ia saya baru tahu saat naik bersama tim terpadu lalu, makanya kami langsung membuat berita acara dan langsung ditandatangani pihak perusahaan. Dishutbun juga rencananya akan menyurat kembali ke perusahaan agar di-recovery kembali hutan garini yang sudah hampir habis ditebang,” tegas Warokah.

Terpisah, Bupati Sehan Landjar saat di hubungi wartawan mengatakan, dirinya tidak terima Pemkab Boltim dinilai setengah hati menutup PT BPR. “Warga buyat jangan sembarang mengeluarkan kata-kata, apalagi menuding pemerintah main mata dengan pihak perusahaan. Tidak segampang itu mencabut izin dan menutup aktivitas perusahaan BPR. Coba liat contohnya MPU saat kami mencabut izin mereka, buktinya saya di PTUN kan MPU, apa orang buyat bisa membantu jika saya di-PTUN-kan perusahaan,” kata Bupati.

Bupati menambahkan, warga itu sendiri yang seharusnya sadar diri. “Mereka yang membawa perusahaan di garini, setelah perusahaan beraktifitas mereka juga yang menolak, ini aneh. Saya minta dipublikasi bahwa Bupati sangat marah dan mengatakan keluarga modeong sendiri yang melakukan pengerusakan di garini termasuk juga Hj Epi Modeong. Jangan salahkan pemerintah termasuk bupati yang tidak mengikuti kemauan mereka,” tegasnya.

Sementara pihak perusahaan PT BPR, hingga berita ini diturunkan, belum berhasil dihubungi.

Peliput – Gito Mokoagow

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here