Sejak Kantor Pindah Lolak, Absensi Aleg DPRD Bolmong Disorot

0
232
Sejak Kantor Pindah Lolak, Absensi Aleg DPRD Bolmong Disorot Bolmong
Adriadi Paputungan

ZONA BOLMONG – Sejak kantor DPRD Bolmong pindah ke Lolak, sejumlah Anggota Legislatif (Aleg) terpantau jarang masuk kantor. Kinerja Badan Kehormatan (BK) pun disorot, karena dinilai tidak memberikan teguran soal absensi tersebut.

Menurut Ketua Gerakan Peduli Tanah Lahir (Garputala) Adriadi Paputungan, kinerja BK DPRD Bolmong seperti macan ompong, harusnya disiplin kehadiran para anggota DPRD merupakan tugas BK, “Bila anggota jarang masuk kantor diberikan teguran secara lisan dan tulisan, jika tak diindahkan tentu menyurat kepada pimpinan partai untuk dievaluasi,” ujar Paputungan, Selasa, (02/02).

Dikatakannya, dari hasil investigasi bahkan ada sejumlah anggota DPRD baru satu kali masuk sejak kantor pindah ke Lolak, “Itu pun hadir dalam rapat Badan Musyawarah (Banmus) untuk keluar daerah. Kalau kerja-kerja DPRD, tak pernah kelihatan batang hidungnya,” ujar Paputungan.

Itu pertanda, tambah Paputungan, anggota DPRD tersebut hanya mengharapkan uang negara tapi tak bekerja sesuai tugas dan fungsi sebagai anggota legislatif, “Tugasnya sebagai Pengawas, Budgeting dan legislasi tak dijalankan sebab hanya berharap uang negara. Wakil rakyat seperti itu partai harus evaluasi,” cecar Paputungan.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD, Masri Daeng Masenge, mengaku, memang sejak DPRD pindah ke Lolak 4 Januari lalu, hanya beberapa anggota DPRD hadir di kantor, “Harusnya memang anggota DPRD sebagai perpanjangan dari rakyat selalu masuk kantor. Jangan kita kritik disiplin kehadiran PNS sementara kita sebagai kontrol kinerja eksekutif jarang masuk kantor,” ungkap Masri.

Lanjutnya, yang ia ketahui untuk saat ini tidak ada anggota DPRD Tugas Luar (TL), semua masih berada di daerah. Kecuali pimpinan DPRD sedang TL ke Manado, “Ketiga pimpinan DPRD tersebut bahas tapal batas Bolaang Mongondow Selatan dan Bolmong,” aku Masri.

Konfirmasi kepada Ketua BK DPRD, Tamrin Mokoginta, membanta tuduhan tersebut, “Hari ini anggota DPRD ada pertemuan dengan pimpinan Perusahaan PT Semen di Solog. Selama ini anggota DPRD hadir semua, jadi tak ada yang perlu dievaluasi. Sebab kehadiran mereka 100 persen,” kata Tamrin.

“Tentu bila ada anggota DPRD (tak masuk kantor) akan ditindaki sesuai dengan aturan yang ada. Namun karena selama ini belum ada yang jarang masuk kantor, sehingga BK belum bekerja apa-apa,” tutup Tamrin.

Reporter: Wiradi Gilalom

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here