Sengketa Tapal Batas Menganjal Daerah Serap Royalti PT J-RBM

0
506
Sengketa Tapal Batas Menganjal Daerah Serap Royalti PT J-RBM Bolmong
Peta BMR

ZONA BOLMONG –Permasalahan tapal batas antara Bolaang Mongondow (Bolmong) dan Bolmong Selatan (Bolsel) hingga saat ini belum juga final. Hal tersebut menjadi kerugian besar bagi kedua daerah. Sebab, potensi pendapatan daerah dari royalti PT J-Resources Bolaang Mongondow (J-RBM) belum bisa terserap.

Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Bolmong, Kartina Mokoginta, menjelaskan jika mengacu pada hasil pertemuan 25 Agustus lalu, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) belum pernah mengeluarkan surat keputusan (SK) apapun soal daerah penerima royalti.

“Jadi, pihak kementerian belum mengeluarkan keputusan apapun. Soalnya, masih ada sengketa perbatasan,” kata Kartina.

Menurutnya, persoalan ini harus segera dibicarakan baik-baik, agar daerah-daerah yang berhak menerima royalti bisa segera menyerapnya dari J-RBM. Ke depan, kata Katrina, Pemkab Bolmong akan melakukan pertemuan dengan kementerian guna memastikan siapa yang berhak sebagai daerah penghasil.

Menurutnya, jika mengacu pada kontrak karya menyebutkan jika Bolmong merupakan daerah penghasil dan berhak penuh atas royalti sebesar Rp18 miliar. “Satu atau dua minggu ke depan kita masih akan melakukan pertemuan. Masalah ini masih dikomunikasikan dengan pihak kementerian,” ujarnya.

Kepala Bagian (Kabag) Tata Pemerintahan (Tapem) Bolmong, Jemmy Sako, mengatakan jika menggunakan perbatasan sebelum pemekaran dan kontrak karya, maka Bolmong paling berhak atas royalti itu. “Itu jika menggunakan perbatasan sebelum ada pemekaran daerah,” katanya.

Peliput: Wiradi Gilalom

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here