Sita Mobil Ala Preman, PT Artha Prima Finance Kotamobagu Dipolisikan

0
566
Sita Mobil Ala Preman, PT Artha Prima Finance Kotamobagu Dipolisikan Headline Hukum
Ilustrasi

ZONA HUKRIM – Iip Mamonto, warga Mogolaing, Kecamatan Kotamobagu Barat, melaporkan perbuatan dugaan penyitaan paksa mobil miliknya oleh perusahaan pembiayaan PT Artha Prima Finance Kotamobagu, ke Mapolres Bolmong, Rabu (16/7) sekitar pukul 15.00 Wita.

Dihadapan penyidik, Iip mengadukan bahwa dirinya kaget saat keluarganya pulang tidak menggunakan mobil lagi. “Mobil disita. Begitu kata ayah saya saat sampai di rumah,” tutur Iip.

Lanjut diuraikannya, mobil Avansa miliknya tersebut saat itu tengah digunakan ayahnya beserta sopir bernama Evan. Saat itu mobil diparkir di halaman Bank Sulut untuk menjemput kakaknya yang bekerja di kantor tersebut. Mobil saat diparkir dalam kondisi hidup dengan maksud agar tidak panas dan AC terus terpasang. Kemudian katanya, Evan turun dari mobil menuju pintu Bank Sulut menanti kakaknya, sementara ayahnya juga turun menuju ATM yang berjarak hanya beberapa meter dari mobil.

“Saat ayah saya dan Evan kembali ke mobil, sudah ada orang tak dikenal di dalamnya dan pintu mobil pun sudah terkunci. Ayah saya bingung, ternyata yang berada di dalam mobil seorang karyawan perusahaan pembiayaan. Kemudian salah satu karyawan lagi yang berada diluar mobil mengaku kendaraan akan mereka sita karena sudah menunggak. Bahkan karyawan itu sempat mendorong-dorong ayah saya dengan intimidasi agar menjauh dari mobil. Ini sudah cara preman namanya,” ucap Mamonto.

Lebih lanjut dirinya mengungkapkan kekecewaannya lantaran, saat mobil tengah dikuasai karyawan perusahaan itu, ayahnya sempat meminta untuk dibicarakan dulu dan bermaksud untuk menyelesaikan tunggakan saat itu juga. “Meski ayah saya tidak tahu menahu terkait kredit tersebut, sebab yang mengikat akad dengan perusahaan itu adalah saya, namun itikad baik ayah saya itu tidak digubris mereka, malah anehnya mobil langsung dibawa begitu saja,” tuturnya.

Sementara itu, penyidik Polres Bolmong Brigadir Yanni Moningka mengatakan, berkas pemeriksaan akan ditindaklanjuti. “BAP ini akan dilaporkan ke Pak Kapolres, dan lanjut ke Kasat Reskrim. Pelapor agar bersabar,” harapnya.

Sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Bolmong AKP Iver Manossoh SH, sempat menegaskan agar perusahaan pembiayaan beritikad baik dan harus mengantongi sertifikat fidusia apalagi dalam hal melakukan eksekusi, bukan dengan cara melanggar hukum.

Kata dia, banyak ditemukan perusahaan nakal yang tidak mendaftarkan fidusia. Kalau pun didaftarkan, belakangan setelah mulai terjadi indikasi wanprestasi oleh konsumen. Dan hal itu melanggar UU 42/1999 tentang fidusia, serta Permen Keuangan RI nomor 130/PMK.010/2012 tentang pendaftaran jaminan fidusia.

“Untuk itu, perusahaan pembiayaan yang melanggar hukum, baik aspek pidana umum, korupsi yang merugikan Negara, akan ditindak juga akan disurati ke Menkumham agar dicabut izin oprasional perusahaannya,” tegas Manossoh.

Peliput: Gito Mokoagow

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here