SMAN 2 Kotamobagu Terapkan Pungli Rp5000 Bagi Siswa Terlambat

Rusli Mamonto, S.Pd M.Pd

Rusli Mamonto, S.Pd M.Pd

ZONA PENDIDIKAN – Pungutan Liar (Pungli) di lingkungan pendidikan seolah tak ada habisnya. Bahkan modusnya kian hari kian beragam. Di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 2 Kotamobagu misalnya, terungkap ada penerapan pungli yang tak lazim dilakukan sekolah pada umumnya.

Jika di sekolah lain pungli biasanya hanya dilakukan saat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), jelang kenaikan kelas, dan ujian akhir. Di SMAN 2 Kotamobagu pungli juga diterapkan terhadap siswa yang terlambat masuk sekolah.

Dikonfirmasi, Kepala Sekolah SMAN 2 Kotamobagu, Rusli Mamonto, SPd MPd, membenarkan adanya sanksi membayar Rp5000 bagi siswa yang terlambat 15 menit setelah Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) berlangsung.

Meski demikian Rusli berdalih sanksi tersebut tujuannya memberikan efek jera kepada siswa agar ke depan tidak sering datang terlambat. Aturan ini lanjut Rusli sebagai pengganti dari aturan sebelumnya yang dinilai kurang efektif mengurangi jumlah siswa terlambat.

“Sebelumnya kami pernah membuat aturan. Bagi siswa yang terlambat dihukum membersihkan WC, menyapu halaman ataupun lari keliling lapangan.  Namun tidak berefek,” terang Rusli.

Namun sayangnya, saat ditanya apakah sanksi tersebut juga berlaku bagi guru yang terlambat. Rusli mengatakan terhadap guru yang datang terlambat sanksi yang diberikan hanya berupa teguran atau pembinaan, “Kan kalau guru tidak setiap hari terlambat, maka sanksinya hanya berupa pembinaan,” ujarnya.

Anehnya, Rusli tak dapat menjelaskan secara pasti penggunaan uang pungli sebesar Rp5000 tersebut. Pasalnya, menurut Rusli uang hasil pungli seluruhnya diserahkan dan dikelola oleh wali kelas tanpa ada Laporan Pertanggungjawaban (LPJ), “Saya tidak tau jumlah uangnya berapa, dan penggunaannya saya serahkan ke wali kelas,” ungkap Rusli.

Bayangkan, jika dalam sehari ada 20 siswa yang terlambat, maka akan terkumpul uang sebesar Rp.100.000, atau sebulan Rp 2.500.000. Bila menurut Rusli peraturan denda tersebut sudah berlangsung kurang lebih dua bulan. Maka pihak sekolah telah berhasil mengumpulkan pungli sebesar Rp.5.000.000.

Sementara terkait temuan pungli ini pihak Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) sama sekali tak merespon. Kepala Disdikpora, Dra. Rukmi Simbala saat dihubungi Koran Bolmong via seluler pada Selasa (04/10), tidak menjawab.

Reporter: Heri Setiawan

You might also like

Satpol PP Amankan Motor Dinas Terlantar di Kotobangon

ZONA KOTAMOBAGU – Satu unit sepeda motor dinas merek Yamaha Mio, bernomor polisi BD 5366 KM, terpaksa diamankan Tim Kura-Kura Ninja Satpol PP Kotamobagu. Upaya itu dilakukan lantaran motor plat

Boas Timisela: Suplai BBM Normal Kenapa Masuk SPBU Langsung Habis

ZONA KOTAMOBAGU – Kepala Stasiun Pengisian BBM Depot Pertamina Bitung, Boas Timisela mengatakan, meski suplai BBM dari Depot Pertamina Bitung dan dari kapal tangker berlangsung normal, tidak tahu kenapa setiap

Finalis Putra Putri Kotamobagu Mulai Dibekali Materi

ZONA KOTAMOBAGU – Tiga puluh Finalis Putra-Putri Kotamobagu 2015, sejak Senin (11/5), mulai menerima materi dari sejumlah narasumber yang disiapkan panitia. Selain mendapatkan teori, para finalis juga akan praktek berbagai

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply