Soal Belanja Daerah, Pemkab Boltim Bakal Kurangi Honorer

0
423
Soal Belanja Daerah, Pemkab Boltim Bakal Kurangi Honorer Boltim
Suasana rapat evaluasi yang dipimpin Sekda Boltim

ZONA BOLTIM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow Timur (Boltim) menggelar rapat evaluasi bersama terkait pengurangan tenaga honor di Boltim. Rapat bersama para Asiten, seluruh Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD), Kepala Bagian, Badan dan para camat, dipimpin Sekertaris Daerah Ir Mohammad Assagaf.

Menurut Assagaf, banyak tenaga honor di boltim yang bakal dikurangi. Meski begitu ia tidak memastikan berapa jumlah pasti yang akan dikurangi, karena pihaknya masih menunggu nama nama yang disodorkan oleh masing masing SKPD.

“Mereka (SKPD.red) yang tau tenaga honor yang ada, saya hanya menerima saja masukan dari setiap SKPD,” kata Assagaf, saat disambangi sejumlah media Senin (29/6) di ruang kerjanya.

Assagaf menjelaskan, pengurangan tenaga honor berkaitan dengan belanja daerah. Dan hal itu ada dua saran yang kontradiktif, yakni saran diberikan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) dan saran dari Tim Evaluasi Provinsi.

“Waktu kami melakukan evaluasi kepada tim evaluasi provinsi, sarannya bahwa dipindah ke program dan kegiatan atau disebarkan. Misalnya program pencetakan sawa, di sana tenaga ASN-nya ada dua, dan tenaga Honor dua. Jadi disebar pada program kegiatan,” ujarnya.

Apabila disebar pada program kegiatan, lanjut Assagaf, berarti masuk pembelian barang dan jasa yang artinya apabila Honorer bekerja di sana, maka dia diberikan jasa dalam bentuk honor. Tetapi, dari BPK RI melihat hal tersebut termasuk belanja pegawai dan non pegawai, atau dikelompokan sebagai belanja pegawai.

“Jadi tidak ada persoalan menyangkut jumlah. Tapi, persoalannya mengenai perpindahan belanja. Jadi belanja pegawai naik berpengaruh pada kontribusi belanja pablik dan belanja ASN,” tutur Assagaf.

Tambahnya, untuk pengurangan tenaga honor yang bertanggungjawab adalah masing-masing SKPD terkait. “Jika nantinya tenaga honor masih akan ditambah, maka itu sangat berpengaruh pada anggaran dan konsekuensinya akan dipikul oleh APBD,” bebernya.

Reporter: Rahman Igirisa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here