Soal Tapal Batas, Herson Mayulu Berteguh pada Aturan Pemerintah

1
117

Soal Tapal Batas, Herson Mayulu Berteguh pada Aturan Pemerintah Bolsel

ZONA BOLSEL – Persoalan tapal batas antara Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) dan Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) belum juga ada titik tengah. Kondisi tersebut bahkan terus menuai reaksi masing-masing pejabat teras kedua kabupaten.

Salah satunya pernyataan yang kembali dilontarkan Bupati Bolsel terpilih Herson Mayulu, Jumat (05/2) tadi. Kata dia, soal tapal batas sebaiknya semua ikuti peraturan pemerintah, “Itu sudah jelas. Payung hukumnya sudah ada. Jadi kalau menurut saya, kita ikuti saja apa yang menjadi peraturan,” ujar Mayulu kepada zonabmr.com via BBM.

Baca:

Soal Tapal Batas Bolmong-Bolsel, DPRD Sulut Anjurkan “Cara Kekerasan”

Herson Mayulu: Bupati Bolmong dan Anggota Deprov Sulut Buta Aturan

Dihubungi terpisah, Ketua DPRD Bolmong, Wellty Komaling, mengatakan, langkah yang paling tepat untuk penyelesaian tapal batas Bolmong-Bolsel, menurutnya hanya dengan cara bermusyawarah.

“Sebaiknya kita buka kembali ruang untuk bermusyawarah. Setelah dilakukan musyawarah, baru kita liat apa yang akan diambil kesimpulanya dari hasil musyawarah tersebut,” ujarnya.

Terinformasi, persoalan tapal batas kedua daerah ini terkait enam titik yang belum disepakati. Titik-titik tersebut masuk dalam Areal PT. JRBM yang merupakan perusahan pengelolah hasil tambang emas. Pemerintah Bolmong berpegang pada kesepakatan sebelum pemekaran, kemudian berniat agar titik-titik tersebut dibagi dua. Lain halnya dengan Pemerintah Bolsel, yang berpegang pada Undang Undang Pemekaran Bolsel Nomor 30/2008, serta Permendagri Nomor 76/2012 tentang batas wilayah.

Kedua kabupaten bertetangga ini kukuh bertetap pada pegangan masing-masing. Jika tak ada langkah penengah, diperkirakan kondisi tersebut tak akan berujung. Harapan ke depan ada hasil akhir terbaik, terkhusus bagi masyarakat lingkar tambang. Bagaimana tanggapan anda?

Reporter: Gito Mokoagow

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here