Syarifudin: Kenaikan PBB-P2 2016 Capai 20 Persen

0
315
Syarifudin: Kenaikan PBB-P2 2016 Capai 20 Persen Kotamobagu
Kepala UPTD PBB-P2 dan DPHTB, Saifudin M. Imban, SE

ZONA KOTAMOBAGU – Penerapan Peraturan Daerah (Perda) nomor 3 tahun 2015 tentang perubahan atas Perda No.3/2011 tentang Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu berdampak kenaikan nilai pajak hingga 20 persen. Ini dikarenakan Nilai Jual Objek Pajak Tidak Kena Pajak (NJOPTKP) sebesar 50 persen, atau dari Rp10.000.000 menjadi Rp15.000.000.

“Jadi kalau ada kenaikan itu dikarenakan ada perubahan Perda nomor 3 tahun 2015. Di situ jelas ketentuan pasal 2 ayat 5 diubah dari NJOPTKP sebesar Rp10.000.000 menjadi Rp15.000.000. Dari perhitungan yang kita dapatkan atas perubahan ini, ada kenaikan kisaran 20 persen,” ujar Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) PBB-P2 Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Pemkot, Saifudin Imban.

Persoalan kenaikan nilai PBB-P2 menjadi pembahasan dalam evaluasi yang digelar beberapa waktu lalu. Selain kenaikan, ada juga Surat Pemberitahuan Pajak Daerah Terhutang (SPPDT) objek pajak yang ganda, “Tapi untuk objek pajak yang ganda, kita mintakan kapala desa dan lurah untuk memasukkan datanya agar bisa disesuaikan. Sejauh ini sudah banyak desa dan kelurahan yang memasukkan data, dan untuk proses selanjutnya kita masih menunggu koordinasi dengan beberapa instansi terkait,” ujarnya.

Diketahui, realisasi PBB-P2 terhitung tanggal 30 September 2016 mencapai 50,40 persen atau senilai Rp1.467.163.731 dari target sebesar Rp2.911.166.032. Untuk desa dan kelurahan dengan realisasi PBB-P2 tertinggi yakni Desa Pontodon Timur dan Kelurahan Kobo Besar. Sementara, untuk desa dan kelurahan dengan realisasi PBB-P2 terendah yakni Kelurahan Genggulang, Desa Bungko dan Desa Moyag Tampoan.

Reporter: Gito Mokoagow

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here