Tanpa IUP, PT Rihendy Gasak Hutan Garini Boltim

0
354
Tanpa IUP, PT Rihendy Gasak Hutan Garini Boltim Boltim
Olahan kayu hasil pembalakan di Hutan Garini

ZONA BOLTIM – Aktifitas PT Rihendy Trijaya di hutan Garini Desa Buyat, Kecamatan Kotabunan, dinilai sudah diambang batas. Hal itu pun mendapat kecaman keras Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Priyamos.

“Sudah sangat-sangat berlebihan sekali, sehingga kami berencana akan menutupnya. Apalagi hingga saat ini belum ada upaya dari mereka untuk mengurus izin Amdal (analisis mengenai dampak lingkungan) dari BLH,” kata Priyamos, Senin (31/8).

Priyamos menjelaskan, aktivitas perusahaan tersebut telah melanggar aturan, “Kami bisa proses hukum perusahaan tersebut, namun sebelumnya perusahaan ini harus lakukan dulu ganti rugi lahan semacam perbaikan terhadap lingkungan yang telah mereka rusak, walau pun itu ada upaya mereka (PT.Rihendy Trijaya,red) untuk urus izin di Pemerintah Boltim,” jelasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral, Jamalludin menyatakan, PT Rihendy Trijaya belum mengantongi Izin Usaha Pertambangan (IUP) dari Pemerintah Boltim, “Belum ada izin, makanya kami sudah melakukan penutupan tambang waktu lalu. Namun secara diam-diam ternyata perusahaan tersebut beraktivitas hingga saat ini,” ujarnya.

Sementara itu, Rustaman Paputungan warga Buyat membeberkan, selain melakukan pengrusakan lingkungan perusahaan tersebut melakukan aktivitas pembalakan kayu di hutan garini tersebut. Warga pun mendesak pihak Dishutbun Boltim secepatnya melakukan tindakan dilapangan.

“Sebaiknya Dishutbun Boltim dan Provinsi cepat bergerak sebelumnya semua kayu di hutan garini habis dibabat perusahaan tersebut,” ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun), Sony Waroka menyatakan, dalam waktu dekat ini pihaknya akan turun dilapangan. “Kami bersama Dishutbun Provinsi secepatnya akan turun lapangan,” ujarnya.

Tambah Waroka, pihaknya juga tengah melakukan langkah hukum kepada perusahaan tersebut, “Saat ini kami lagi melakukan pengumpulan data, jika itu sudah cukup bukti secepatnya akan diproses hukum,” jelasnya.

Terpisah, Fahmi selaku Direktur PT. Rihendy Trijaya, hingga berita ditayangkan belum berhasil dimintai keterangan. Beberapa kali dihubungi melalui telepon selulernya, dalam keadaan tidak aktif.

Reporter: Rahman Igirisa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here