Tanpa Penasihat Hukum, Terdakwa Pembunuhan di Bolmut Tetap Disidang

0
222

Tanpa Penasihat Hukum, Terdakwa Pembunuhan di Bolmut Tetap Disidang Headline Hukum

ZONA HUKRIM – Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut terdakwa Julfatah Ponongoa (30), warga Desa Voa A, Kecamatan Bintauna, Bolmut, dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Kotamobagu, Selasa (29/03) pagi. Terdakwa dituntut atas kasus pembunuhan yang terjadi di Desa Bunia, 30 November 2015 lalu. (Baca: Asik Pesta Miras, Pria Asal Bolmut Tewas Ditikam)

Dalam surat tuntutan nomor Reg.Perk.PDM-05/R.1,19/Epp.2/01/2016,  JPU Prima Poluakan menegaskan bahwa terdakwa secara sah dan meyakinkan melakukan pembunuhan. Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dalam dakwaan subsider pasal 338 KUHPidana, ”Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa 12 tahun penjara,” kata JPU Prima dalam tuntutannya.

Usai mendengarkan tuntutan JPU, majelis hakim yang diketuai Dewantoro, SH, MH., mempersilakan terdakwa menggunakan haknya melakukan pembelaan secara lisan maupun tulisan, “Saya siap menanggapi dengan pembelaan tertulis nanti,” pinta terdakwa yang tanpa didampingi penasihat hukumnya.

Sidang pun ditutup majelis hakim dengan mengagendakan sidang berikutnya pada Kamis 07/04) pekan depan.

Usai sidang, Humas PN Kotamobagu Raja Bonar Wansi Siregar SH, MH., saat dikonfirmasi zonabmr.com menjelaskan, terkait tak hadirnya penasihat hukum terdakwa, hal itu tidak menghambat agenda persidangan.

“ketidakhadirannya penasihat hukum tidak menghambat proses persidangan. Apabila penasihat hukum terdakwa memberitahukan akan hadir, maka kami boleh toleransi untuk menunggu, tetapi ini tidak ada kabar,” kata Siregar.

Tambahnya, kalau perkara tersebut lama tidak sidangkan, itu sama saja membiarkan perkara,  “Yang kena nanti kami membiarkan perkara. Apalagi perkara ini hanya penunjukan dari majelis hakim, ini sudah sesuai prosedurnya,” jelas Siregar.

Reporter: Zulkifli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here