Tanpa Sepengetahuan Anggota, Aset KUD Inaton Dijual Sangadi Kopandakan I

0
374

Tanpa Sepengetahuan Anggota, Aset KUD Inaton Dijual Sangadi Kopandakan I Kotamobagu

ZONA KOTAMOBAGU – Sejumlah warga Desa Kopandakan I, Kecamatan Kotamobagu Selatan, resah dengan tindakan Sangadi (kepala desa.red) Abansyah Mokolintad. Menyusul dugaan dia telah menjual sebidang tanah milik KUD Inaton tanpa sepengatahuan pengurus dan anggotanya.

Dari keterangan warga setempat beserta sejumlah anggota KUD Inaton bahwa tanah tersebut sah milik KUD. Mereka pun kaget ketika salah seorang warga bernama Marhan Tubuon, mengaku tanah itu sudah dijual kepadanya

“Kami kaget atas kejadian itu, siapa yang menjual tanah itu ke Marham Tubuon, Kan tanah itu milik KUD Inaton,” kata Haris Mokoagow yang juga Mantan Sangadi.

Bahkan Haris pun diminta oleh Marham Tubuon (pembeli tanah) untuk segera memindahkan usaha warung miliknya yang berada di atas tanah tersebut.

Sementara itu, kata Haris, dirinya sudah mengontrak sebagian lahan KUD Inaton itu untuk mendirikan usahanya. “Marham Tubuon akan melapor polisi jika saya tidak segera pindah.” ungkap Haris.

Terpisah, ketua KUD Inaton, Idris Mokoagow mengaku tidak mengetahui tentang penjualan tanah milik KUD tersebut. Menurutnya, soal jual beli tanah harus dibahas dalam rapat dengan anggota yang berjumlah 106 orang.

“Jika benar jual beli tanah itu sudah terjadi, maka itu dianggap tidak sah, sebab tanah itu milik orang banyak dan bukan milik pribadi. Semua ada prosedurnya.” kata Idris.

Senada, Sekretaris KUD Inaton Is Mamuasa mengatakan, memang tanah itu rencana akan dijual untuk tambahan modal usaha KUD, “Namun masih akan dibahas dalam rapat Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Koperasi (RAPBK), tapi semua menunggu hasil rapat nanti,” ujarnya.

Sebelum tanah itu diketahui telah dijual, Lanjut Mamuasa, mereka para pengurus baru, sebatas menandatangani draf usulan soal rencana menjual tanah, bukan menandatangani persetujuan jual beli tanah.

Menurutnya, kebijakan Sangadi selaku bendahara KUD Inaton menjual tanah milik KUD itu tidak sah karena selaku sekertaris KUD dirinya tidak menyaksikan transaksi jual beli yang mereka lakukan.

“Dan sepersen pun saya tidak mengenggam dan melihat uang penjualan tanah KUD. Pasti ini akan bermasalah,” ujarnya.

Sementara itu, Sangadi Kopandakan I melalui Camat Kotamobagu Selatan Anas Tungkagi, membenarkan telah dijualnya tanah itu senilai Rp 100 juta kepada Marham Tubuon.

“Pengakuan sangadi (Abansyah Mokolintad) kepada saya bahwa benar dirinya telah menjual tanah KUD itu. Dia beralasan, anggota KUD inaton mempunyai hutang kepadanya sebesar Rp 30 juta. Katanya tanah itu dijual sudah melalui persetujuan pengurus dan anggota. Itu menurut pengakuan sangadi kepada saya,” terang Tungkagi.

Peliput: Ady Imban

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here