Tebas Kepala Korban, Warga Bolmut Dituntut Seumur Hidup

0
294

Tebas Kepala Korban, Warga Bolmut Dituntut Seumur Hidup Headline Hukum

ZONA HUKRIM – Terdakwa kasus pembunuhan sadis, Harnoli Mamonto (28), warga Desa Tombolango, Kecamatan Sangkub, Bolmong Utara, menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Negeri Kotamobagu, Senin (11/01) pukul 15.00 WITA.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sumarni Larape dan Prima Poluakan, melalui surat tuntutan No.Reg,Perkar: PDM,16/R.I.19/Epp, /10/2015, menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindakan pidana sengaja dan direncanakan lebih dahulu menghilangkan nyawa orang lain. Hal itu sebagaimana diatur dalam dakwaan primer Pasal 340 KUHPidana.

Atas itu, JPU menjatuhkan tuntutannya kepada terdakwa dengan pidana penjara seumur hidup. Kemudian menyatakan barang bukti 1 satu buah parang terbuat dari besi dan sepasang sandal jepit dirampas untuk dimusnahkan. JPU juga dalam tuntutannya menyebutkan, 1 unit sepeda motor jenis Honda Astra warna hitam DB 6524 DA untuk dikembalikan kepada terdakwa.

Dalam tuntutannya, JPU pun menilai hal yang memberatkan terdakwa, yakni terdakwa dengan perencanaan terlebih dahulu datang ke rumah korban sambil membawa parang, dan lanjut melakukan perbuatan menghilangkan nyawa korban Alm. Suprianto Hasan.

Tak hanya itu, hal lain yang memberatkan terdakwa yakni, dengan sengaja dan cara yang sadis memenggal kepala korban dan membawa kepala korban sehingga menimbulkan trauma/ketakutan masarakat; Menimbulkan penderitaan yang mendalam dan berkepanjangan bagi keluarga korban; Terdakwa memiliki sifat emosional yang sangat tinggi. Sementara hal-hal yang meringankan menurut JPU, tidak ada.

Usai JPU membacakan tuntutannya, Majelis Hakim yang ketuai Imanuel CH. R Danes, dan hakim anggota B. Made Cintia Buana, serta Noula M. M. Pangemanan, kemudian meminta tanggapan terdakwa atas tuntutan JPU tersebut.

Terdakwa sendiri melalui kuasa hukumnya, DM Lahunduitan, mengaku siap dengan pembelanya secara tertulis. Majelis Hakim kemudian menutup sidang dengan mengagendakan sidang pembelaan pada Selasa (12/01) besok.

Diwawancarai usai persidangan, JPU Sumarni Larape mengatakan, tuntutan seumur hidup dijatuhkan pihaknya karena cara pembunuhan yang dilakukan terdakwa terbilang sadis, “Cara pembunuhannya sadis. Tuntutan itu sebelumnya kami ajukan Kejagung, Kejati, meminta petunjuk, pendapat mereka karena mereka atasan kami” singkat Larape.

KRONOLOGI KEJADIAN

Sekadar diketahui, kasus tersebut terjadi pada Sabtu 06 Juni 2015 sekira pukul 13.00 Wita, di Desa Mokusato, Sangkub, Bolmog Utara. Siang itu, tersangka yang terbakar api cemburu langsung mendatangi rumah korban. Ia berteriak memanggil korban agar segera keluar dari rumahnya.

Korban pun keluar. Tak pelak, tersangka langsung menghujani pukulan bertubi-tubi. Karena terdesak, korban berusaha menghindar dengan melarikan diri. Tersangka yang belum puas berusaha mengejar korban dengan memegang sebilah parang di tangannya. Sial, aksi kejar-kejar itu membuat korban terjatuh di samping rumah tetangga.

Disitulah ajal korban tatkala tersangka menyerang secara membabi buta hingga korban tewas dengan luka tebasan sekujur tubuh. Warga sekitar sempat menyaksikan kalau tersangka sempat membawa kepala korban ke rumah istrinya.

Reporter: Zulkifli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here