Terdakwa Kasus Ilog Dituntut Dua Tahun Penjara

0
498
Terdakwa Kasus Ilog Dituntut Dua Tahun Penjara Headline Hukum
Tampak tim TNBNWB dan PN Kotamobagu bersama terdakwa, memeriksa koordinat penebangan

ZONA HUKRIM – Sidang tuntutan kasus illegal logging (Ilog) yang menyeret terdakwa Robby Raffles Walangitan (64) warga Desa Bumbungon, Kecamatan Dumoga, digelar di Pengadilan Negeri Kotamobagu, Kamis (21/5).

Dihadapan majelis hakim yang diketuai Dewantoro, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ghilang Pradiatoro Fajrin menyatakan, terdakwa Robby terbukti secarah sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana Ilog sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 40 ayat (2) UU No.5/1990 Tentang Konservasi Sumberdaya Alam Hayati dan Ekositemnya.

Dengannya, JPU dalam amar tuntutan bernomor PDM-12/kBGU/Euh.2/03/2015, menuntut majelis hakim menjatuhkan pidana kepada terdakwa pidana penjara selama 2 tahun dan denda Rp.20 juta, Subsider (pengganti denda.red) 6 bulan pidana kurungan.

Usai pembacan tuntutan, majelis hakim kemudian menunda persidangan dengan mengagendakan sidang pembelaan terdakwa pada Kamis (28/5) pekan depan.

Sebelumnya, terdakwa Robby sempat melakukan upaya praperadilan atas kasusnya tersebut. Namun sayang upaya itu gugur lantaran berkas perkaranya telah dilimpahkan pihak Kejaksaan ke Pengadilan Negeri Kotamobagu. (Baca juga: Tersangka Ilog Praperadilankan Polisi dan Jaksa)

Diketahui, kasus ini terjadi pada Desember 2014 lalu. Saat itu terdakwa memerintahkan Yosua Lantong dan Yance Tomimomor, menebang dua pohon di areal desa setempat yang diyakini terdakwa merupakan kebun miliknya berdasarkan surat kepemilikan tanah.

Batang pohon tersebut kemudian diolah menjadi papan dan balok kayu sebanyak 27 ujung yang kemudian diangkut terdakwa menggunakan mobil. Sayangnya, lokasi penebangan masuk kawasan Taman Nasonal Bogani Nani Wartabone (TNBNW).

Meski begitu, terdakwa meyakini ada kekeliruan dalam pemeriksaan titik koordinat pihak TNBNW, “Titik koordian yang digunakan pihak kepolisian untuk menetapkan saya sebagai tersangka, juga titik koordinat yang digunakan kejaksaan untuk menahan paksa saya, merupakan wilayah Areal Penggunaan Lain (APL),” kata Robby saat diwawancarai zonabmr.com usai persidangan.

Namun lanjut Robby, pihak TNBNW kemudian menyatakan bahwa titik koordinat sebelumnya merupakan data yang tak akurat karena salah tulis. “Jadi saya ditetapkan sebagai tersangka hingga ditahan pihak kejaksaan berdasarkan koordinat yang salah tulis,” ujarnya.

Dirinya pun siap melakukan pembelaan secara tertulis pada sidang pekan depan dengan bukti-bukti yang dimilikinya. “Saya siap dengan pembelaan tertulis. Untuk tuntutan 2 tahun itu haknya jaksa,” tegas Robby.

Reporter: Zulkifli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here