Home Headline Terdakwa Kasus Pemenggalan Kepala Warga Mongkonai Divonis

Terdakwa Kasus Pemenggalan Kepala Warga Mongkonai Divonis

0
278

Terdakwa Kasus Pemenggalan Kepala Warga Mongkonai Divonis Headline Hukum

ZONA HUKRIM – Setelah menjalani rentetan agenda persidangan, akhirnya Hamdan Potabuga alias Han (32), terdawka kasus pembunuhan sadis di Mongkonai, menjalani sidang putusannya di Pengadilan Negeri Kotamobagu, Rabu (16/12). (Baca: Sadis! Warga Mongkonai Ini Tebas dan Tenteng Kepala Korban)

Sidang yang diketuai Majelis Hakim Nova loura Sasube SH, MH., anggota Erick I Christoffel, SH., dan Friska Y Maleke SH, MH., menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana pembunuhan sebagaimana diatur pasal 338 KUHP. Dengannya terdakwa divonis pidana penjara selama 15 tahun dikurangi masa tahanan.

Dalam putusan nomor 181/Pid.B/2015/PN Ktg, majelis hakim menilai hal yang memberatkan terdakwa yakni cara terdakwa melakukan perbuatanya tergolong sadis sehingga membawa dampak trauma bagi masarakat sekitar khususnya pada anak-anak. Sementara hal yang meringankan, terdakwa kooperatif dalam pemeriksaan di persidangan, terdakwa juga mengakui dan menyesali perbuatanya, serta terdakwa belum pernah dihukum.

Jaksa Penuntut Umum Bambang Heru, saat diwawancarai zonabmr.com usai persidangan mengatakan, pihaknya masih pikir-pikir atas putusan majelis hakim tersebut. (Baca: Terdakwa Pembunuhan Sadis di Mongkonai Dituntut Seumur Hidup)

“Waktunya masih 7 hari untuk banding. Yang nuntutkan dari Kejagung (Kejaksaan Agung), hasil putusan ini kita akan laporkan ke Kejari. Intinya kita masih pikir-pikir,” kata Bambang.

Sementara itu, DM Lahunduitan selaku penasihat hukum terdakwa kepada zonabmr.com mengatakan, menerima putusan majelis hakim tersebut, “Putusan sudah tepat, karena putusan hakim itu sudah sesuai dengan fakta persidangan,” kata Lahunduitan.

Baca juga:

Gelar Rekonstruksi, Tersangka Pembunuhan Sadis di Mongkonai Menangis

Terdakwa Pembunuhan Sadis di Mongkonai Minta Keringanan Hukuman

Ia menjelaskan, pada kasus tersebut tidak ada perencanaan, terdakwa juga di TKP tidak membawa parang dan hanya datang ke lokasi karena acara kegenapan tiga malam keluarganya yang meninggal.

“Tuntutan jaksa seumur hidup Pasal 340, saya anggap jaksa sudah lari dari fakta persidangan dan BAP dari pihak penyidik sebagai dasar itu. Tidak terbukti juga perencanan jadi sulit klien saya dijerat seumur hidup. Makanya saya terima putusan 15 tahun pada Han karena sudah sesuai dengan tindakan perbuatannya,” pungkas Lahunduitan.

Reporter: Zulkifli

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here