Terdakwa Pembunuhan Sadis di Mongkonai Dituntut Seumur Hidup

0
293
Terdakwa Pembunuhan Sadis di Mongkonai Dituntut Seumur Hidup Headline Hukum
Suasana sidang terdakwa Han

ZONA HUKRIM – Jaksa penuntut umum membacakan tuntutan seumur hidup kepada Hamdan Potabuga alias Han (32), terdakwa kasus pembunuhan sadis yang menghebohan lantaran aksinya memenggal dan menenteng kepala korbannya keliling kampung. (Baca: Sadis! Warga Mongkonai Ini Tebas dan Tenteng Kepala Korban)

Pembacaan tuntutan dalam sidang di Pengadilan Negeri Kotamobagu, Senin (12/10) siang kemarin, dilakukan oleh Jaksa Bambang Heru Ariyanto di hadapan majelis hakim yang diketuai Nova Laura Sasube.

Terdakwa Han yang tercatat sebagai warga Bilalang 1 Kecamatan Kotamobagu Utara, dituntut seumur hidup karena dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan sengaja dan dengan rencana terlebih dahulu merampas nyawa orang lain. Hal itu sebagaimana diatur pasal 340 KUHPidana yang tertuang dalam dakwaan primer jaksa.

Terdawkwa Han sendiri tampak hanya menunduk dan diam mendengar tuntutan Jaksa. Saat majelis hakim menanyakan kesiapannya melakukan pembelaan, Han mengaku belum siap. Sidang pun ditutup dengan menggagendakan sidang lanjutan pada Senin (19/10) pekan depan dengan agenda pembelaan.

Terdakwa pun usai persidangan langsung digiring sejumlah aparat Polres Bolmong dan Kejaksaan, untuk kembali ke Rumah Tahanan. (Baca juga: Gelar Rekonstruksi, Tersangka Pembunuhan Sadis di Mongkonai Menangis)

Sementara itu, DM Lahunduitan selaku penasehan hukum terdakwa saat diwawancarai zonabmr.com mengatakan, soal tuntutan itu merupakan haknya jaksa. Namun menurutnya, sesuai fakta persidangan tidak ada unsur sebagaimana pada pasal 340 KUHPidana.

“Saya hanya melihat fakta persidangan yang saya ambil, karena fakta persidangan (unsur pasal) 340 itu tidak ada. Kalau diambil cerita santet, negara kita tidak ada undangnya. Saya akan siap dengan pledoi (pembelan) tertulis,” katanya.

Sementara itu, Jaksa Bambang kepada zonabmr.com mengatakan, bahwa kasus ini bukan perkara biasa, ”Sebelumnya kami dari kejaksan negeri menyurat ke kejaksan tinggi dan Kejagung atas perkara ini. Tuntutan seumur hidup sudah pas, karena perkara ini bukan perkara biasa. Apa lagi sudah meresahkan masyarakat dan diberitakan lewat media. Masarakat sudah banyak yang tahu,” ungkap Bambang.

Reporter: Zulkifli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here