Terompet Tahun Baru Buatan Om Harun

0
446

Terompet Tahun Baru Buatan Om Harun Ekonomi Featured News

Tak banyak yang tau terompet yang dijajakan di Kotamobagu dan hampir diseluruh Bolaang Mongondow Raya (BMR), sebagian besar merupakan buah karya pria paruh baya, Harun Wartabone yang akrab disapa Papa Amat. Penuh semangat, murah senyum serta komunikatif, itulah gaya khas Harun Wartabone saat bersua dengan zonabmr.com di halaman depan Paris Super Store Selasa (31/12) siang tadi. Tak disangka, pria asal Gorontalo ini berumur 70 tahun. Sambil menggenggam puluhan terompet ditangannya, dengan santai Harun berbicara banyak tentang usaha terompetnya. berikut nukilannya.

SETIAP momen perpisahan tahun, Harun beserta anak dan istrinya selalu membuat terompet untuk dijual, bahkan kegiatan itu sudah mereka lakukan sejak sepuluh tahun silam. So dari 2003 kita ba bekeng deng bajual terompet bagini, ungkap Harun disela-sela melayani sejumlah ibu yang tengah membeli terompetnya.

Terompet Tahun Baru Buatan Om Harun Ekonomi Featured News
Harun Wartabone saat menjajakan terompet di depan Paris Super Store

Tak hanya itu, Harun membeberkan bahwa desember ini dirinya telah menjual 2000an terompet. Depe bahan baku sebagian kita beli dari Manado, tiap malam kita deng maitua deng anak ba bekeng ini terompet, ungkap Harun sambil mengangkat terompet dari tangannya.

Harun mengakui, setiap malam mereka bisa membuat sekitar 150 terompet. Harun kemudian menjelaskan bahan yang digunakan adalah bahan dasar kertas karton yang dihiasi kertas kado yang dibuat mengerucut, kemudian disatukan dengan wadah bekas lem kertas merek Dlukol, yang didalamya ditambahkan karet sebagai sumber bunyi. Baru ada selang plastik for mo ba tiop akang, jelas perantau yang sudah lebih 30 tahun tinggal di Kotamobagu.

Harun memasarkan terompet tak hanya di Kotamobagu, tapi juga hampir diseluruh daerah di BMR tersebar terompet buatannya. Kita ja bawa ka Bolsel, Boltim deng daerah laeng, mar disana yang ba bli pedagang, jadi dorang bli banyak for mo jual ulang, katanya sambil menjelaskan perbedaan harga terompet yang dijualnya di luar Kotamobagu.

harga 5 ribu satu terompet, Kalo diluar sana (luar Kotamobagu.red) kita kase harga 45 ribu per lusin, beber Harun seraya menambahkan untuk berjualan dirinya lebih sering berjalan berpindah tempat dengan modal terompet di genggaman, dan untuk jualan menetap disatu lokasi dia serahkan ke istrinya, yang diketahui juga berjualan terompet di depan Toko Abdi Karya.

Dirinya mengakui bahwa usaha ini hanya dilakukannya momen tahun baru saja, dan setelah itu dirinya kembali mengerjakan aktivitas rutinnya sebagai buruh bangunan.(*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here