Tiga Aparat Desa Tanoyan Dituntut Penjara

0
353
Tiga Aparat Desa Tanoyan Dituntut Penjara Hukum
Suasana sidang ketiga terdakwa

ZONA HUKRIM – Tiga terdakwa yang merupakan aparat Desa Tanoyan Utara, Kecamatan Lolayan, yakni Jasman Tonggi (40) selaku Kepala Desa, serta Sofyan Bahansubu (38) dan Jais Pinuyut (32), dituntut dengan pidana penjara selama 4 bulan, dalam sidang di Pengadilan Negeri Kotamobagu, Senin (18/5). Ketiganya dinilai bersalah dalam kasus pengainayaan terhadap warga desa setempat yakni Hidayat Paputungan.

Dihadapan majelis hakim yang diketuai Imanuel C. R. Danes, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Fery Febrianto menyatakan perbuatan ketiga terdakwa tersebut terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penganiayaan sebagaimana diatur dalam pasal 351 ayat (1) KUHP, jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

JPU dalam amar tuntutannya bernomor REG.PDM/19/KBGU/Epp/1/03/2015 menuntut agar majelis hakim menjatuhkan pidana kepada tiga terdakwa 4 bulan pidana penjara, dikurangi selama terdakwa ditahan.

Usai pembacaan tuntutan JPU, majelis hakim memberikan kesempatan untuk pembelaan para terdakwa. Ketigannya menanggapi kesempatan itu dengan melakukan pembelaan secara lisan. Dihadapan majelis hakim, para terdakwa mengaku menyesali perbuatannya  dan meminta keringanan hukuman karena masih tulang punggung keluarga.

Meski begitu, JPU bertetap pada tuntutannya usai mendengarkan pembelaan ketiga terdakwa. Majelis hakim kemudian menutup persidangan dengan mengagendakan sidang lanjutan pada Selasa (26/5) pekan depan.

Diketahui sebelumnya, dalam surat dakwaan JPU dinyatakan perbuatan ketiga terdakwa terjadi pada 25 agustus 2014 lalu. Saat itu terdakwa Jasman Tonggi selaku Sangadi memerintahkan terdakwa Sofyan dan Jais untuk memangil korban datang ke ruang kerja Sangadi di Balai Desa. Panggilan tersebut lantaran korban diduga melanggar adat desa karena perselingkuhan,

Saat dilontarkan sejumlah pertanyaan, kepada sangadi korban menjawab berbelit-belit, tiba tiba Sangadi Jasman memukuli korban mengunakan tangan mengena bagian belakang kepala dan disusul  tinju mengena wajah korban bagian kanan sekitar mata.

Beberapa waktu kemuudian dilakukan sidang desa untuk melakukan klarifikasi namun korban masih berbelit-belit hingga terdakwa Sofyan langsung menampar wajah korban hingga terjatuh. Tak sampai disitu, beberapa saat kemudian Sangadi menyuru korban buat surat pernyatan, namun korban mengaku tak pintar menulis. Seketika itu juga korban ditampar terdakwa Jais.

Perbuatan ketiga terdakwa membuat koban mengalami luka bengkak dan lebam di sekitar mata dan wajahnya. Tak terima perlakuan tersebut, korban kemudian melaporkan kasus tersebut ke kepolisian.

Reporter: Zulkifli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here