Tim Penilai LSS Tingkat Nasional Kunjungi SMA Negeri 3 Kotamobagu

0
146
Tim Penilai LSS Tingkat Nasional Kunjungi SMA Negeri 3 Kotamobagu Kotamobagu
Wakil Wali Kota, Nayodo Koerniawan, saat menyambut kedatang tim penilai LSS tingkat nasional.

ZONA KOTAMOBAGU – Tim Penilai Lomba Sekolah Sehat (LSS) Tingkat Nasional mengunjungi SMA Negeri 3 Kotamobagu, Selasa (16/7). Kedatangan tim penilai yang berasal dari berbagai unsur itu adalah untuk menilai kelayakan sekolah perwakilan Sulut itu mendapatkan predikat sekolah sehat tingkat nasional.

Anggota tim penilai, Dra Maya Pinontoan, mengatakan ada banyak indikator yang menjadi fokus penilaian, yang termasuk didalamnya adalah soal kepedulian terhadap lingkungan. “SMA Negeri 3 Kotamobagu mampu memenuhi semua indikator yang ada. Contohnya, di sekolah ini setiap murid yang melihat sampah langsung diangkat tanpa harus diperintahkan. Selain itu penilaiannya ada pada kantin sehat, kemudian hubungan antara pihak sekolah dengan tim pembina UKS tingkat kabupaten, serta kegiatan pelatihan atau sosialisasi yang dilakukan pihak Puskesmas di sekolah ini,” katanya.

Ada 24 sekolah tingkat menengah atas yang mengikuti lomba LSS tingkat nasional. 24 sekolah itu adalah perwakilan dari tiap-tiap provinsi yang ada di Indonesia. Setelah penilaian, selanjutnya akan dipilih 9 sekolah terbaik yang akan menerima penghargaan untuk tiga kategori. “Ini tidak mudah. Butuh kerja kerja dan kerja sama semua pihak terkait untuk ikut lomba ini. Sebelumnya kita ikut LSS tingkat SMA di Kotamobagu, dan hanya mendapat juara II. Sejak itu kami terus berbenah dan memperbaiki mana yang masih kurang, sehingga mendapatkan juara I untuk tingkat Kotamobagu dan tingkat Provinsi,” sebut Kepala Sekolah (Kepsek) SMA Negeri 3, Warini Daun.

Ia mengakui, persiapan pihaknya dalam mengikuti LSS tingkat nasional sudah sangat matang, dan telah dilakukan sejak beberapa waktu lalu. “Tidak mudah untuk sampai pada posisi ini. Kita harus mengubah cara berpikir warga SMA Negeri 3 Kotamobagu. Aspek terpenting dari keberhasilan ini adalah menerapkan budaya hidup bersih. Insya Allah kita bisa mendapatkan yang terbaik di tingkat nasional ini,” tambahnya.

Wakil Wali Kota, Nayodo Koerniawan, yang menyambut kedatangan rombongan tim penilai itu menjelaskan panjang lebar soal keberadaan Kota Kotamobagu. Ia juga membeber beragam prestasi yang didapat Pemerintah Kota (Pemkot) diusianya yang relatif muda sejak dimekarkan sebagai daerah otonom baru pada 23 Mei 2007 lalu. (gjm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here