Tolak Money Politic, Teater KAPOK Boltim Gelar Atraksi

Tolak Money Politic, Teater KAPOK Boltim Gelar Atraksi Boltim Komunitas
Aksi teatrikal para remaja Boltim yang tergabung dalam Teater KAPOK

ZONA BOLTIM – 16 remaja putra yang tergabung dalam Teater Komunitas Anti Politik Kotor (KAPOK) Bolaang Mongondow Timur, berkumpul dan melakukan atraksi jalanan, Senin (15/9). Kegiatan itu dilakukan untuk menyuarakan keinginan mereka agar mewujudkan proses pemilihan kepala daerah (Pilkada) yang berintregritas tanpa money politic (politik uang).

Pantauan zonabmr.com, rombongan teater yang merupakan asuhan dari budayawan Sulut, Jamal Rahman Iroth itu menggelar aksinya dari Sekretariat Panwaslu kemudian menuju ke kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), kantor DPRD, kantor Bupati serta berakhir di kompleks Pasar Kotabunan.

Para pemuda ini membawa pesan ‘tubuh kami boleh kotor tapi politik jangan kotor’. Pesan itu digaungkan dengan harapan publik atau masyarakat Boltim tidak terjerumus dalam uang ratusan ribu rupiah yang pada akhirnya harga diri dan demokrasi ternodai.

“Ini bukan demo yang bersifat anarkis, namun kami hanya menyampaikan atau memberikan pesan kepada KPU, Panwas dan para pelaku Pilkada lainnya agar jangan atau tidak sekali-sekali menerima uang karena merusak mental kita. Kami ingatkan sekali lagi dari atraksi yang kami jalankan ini, agar masyarakat jangan menerima uang,” imbau koordinator aksi theater KAPOK Boltim, Enda.

Aksi itu pun mendapat simpati Ketua KPU Boltim, Awaluddin Umbola. Menurutnya, KPU sangat merespon aksi jalanan dari theater KAPOK tersebut. Mereka merupakan putra-putri daerah yang mempunyai impian dan kemauan kuat untuk menjadikan Pilkada Boltim benar-benar berintregritas.

“Kami KPU merasakan ada sinergitas dengan aksi theater tersebut karena pada intinya kami juga mempunya visi misi yang sama untuk mewujudkan Pilkada Boltim yang berintregritas. Kami sangat welcome dengan para anak muda karena mereka juga merupakan target sasaran kami pada pemilih pemula.”

“Setidaknya pesan yang dibawakan mereka juga adalah tetap mengajak para warga agar pada tanggal 9 Desember nanti tidak menjadi golongan putih (Golput) dan harus menyalurkan hak pilih mereka,” Ungkap Awaluddin yang turut diaminkan empat komisioner KPU lainnya bersama para warga yang berada di lokasi.

Senada ditambahkan Ketua Divisi Hukum dan Penindakan Panwaslu Boltim, Haryanto. Kata dia, kegiatan itu merupakan bentuk kreatifitas dari pemuda Boltim yang patut mendapatkan dukungan, karena itu merupakan bentuk kritikan membangun bagi semua penyelenggara Pilkada.

“Sangat-sangat merespon kegiatan teatrikal dari KAPOK, karena isi dan makna yang telah disampaikan mereka itu merupakan suatu kreatifitas untuk menjadikan dan mendukung Pilkada Boltim berintregritas,” papar Haryanto.

Reporter: Rahman Igirisa

Leave a Response