Tolak UU Cipta Kerja, Mahasiswa Sampaikan Tiga Tuntutan ke DPRD Kotamobagu

0
169
Tolak UU Cipta Kerja, Mahasiswa Sampaikan Tiga Tuntutan ke DPRD Kotamobagu Headline Kotamobagu Politik
Suasana dialog antara mahasiswa dan Pimpinan DPRD Kotamobagu.

ZONA KOTAMOBAGU – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi Gerakan Mahasiswa Peduli Rakyat (Gempar) menggelar aksi unjuk rasa di gedung DPRD Kotamobagu, Kamis (8/10).

Kedatangan para mahasiswa tersebut untuk menolak RUU Cipta Kerja Omnibus Law yang telah disahkan menjadi Undang-Undang oleh DPR RI pada Senin (5/10).

Dengan membawa bendera IMM, PMII dan HMI cabang Bolaang Mongondow Raya (BMR), ratusan mahasiswa turun ke jalan menyuarakan aspirasi masyarakat dan kaum buruh di depan gedung DPRD Kotamobagu. Aksi mereka tersebut disambut langsung Ketua DPRD Kotamobagu, Meiddy Makalalag, didampingi wakil ketua Syarifuddin Mokodongan, serta sejumlah anggota legislatif lainnya.

Upaya para pendemo untuk memasuki gedung DPRD Kotamobagu dan bertemu dengan para wakil rakyat tersebut, tidak berhasil menembus barikade aparat yang berjaga ketat, tepat di pintu masuk gedung DPRD Kotamobagu. Dialog antara demonstran dan para anggota DPRD pun berlangsung di depan pintu pagar, dengan posisi sama-sama duduk beralaskan aspal jalan dan tanah.

Salah satu mahasiswa dalam orasinya menyampaikan, protes terhadap Omnibus Law UU Cipta Kerja tersebut dilakukan, dikarenakan tidak adanya keberpihakan terhadap masyarakat lebih khususnya buruh. “Intinya kami menolak dan mengusahakan alternatif lain. Sekaligus mendesak bapak Presiden Joko Widodo untuk mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang Undang (Perppu) guna membatalkan Omnibus Law Cipta Kerja,” ucap orator dengan nada lantang.

Sementara itu, Ketua DPRD Kotamobagu, Meiddy Makalalag bersama para anggota legislatif lainnya, mengapresiasi atas gebrakan para mahasiswa yang solid dalam mendukung kepentingan rakyat.

“Termasuk aspirasi adik-adik mahasiswa hari ini, tentu kami terima. Kami juga akan mempelajari serta menindaklanjutinya sesuai arah tuntutan yang disampaikan adik-adik mahasiswa,” ucapnya.

“Pada dasarnya, mereka (mahasiswa) meminta agar kami dapat menyuarakan hal tersebut ke tingkat lebih tinggi. Pun, kami sangat mengapresiasi atas kepedulian para mahasiswa terhadap masyarakat lewat aksi demo ini,” sambung Meiddy.

Dikonfirmasi terkait tuntutan demonstran, Kapolres Kotamobagu AKBP Prasetya Sejati SIK, menuturkan, hal itu adalah bagian dari dinamika SOP dari kepolisian terkait penanggulangan massa. “Itu tidak ada masalah karena sudah sesuai prosedur, kalaupun ada merasa dirugikan silahkan melapor,” ucap Kapolres.

Diketahui, usai para mahasiswa selesai menyuarakan aspirasi mereka, masa demonstran pun mulai membubarkan diri dengan tertib. (*/guf)

Berikut tiga poin tuntutan yang disampaikan para mahasiswa:

1. Menolak secara keseluruhan UU Cipta Kerja dan mendesak Presiden RI untuk segera membatalkannya dengan mengeluarkan Perppu.
2. Mendesak kepada DPRD Kotamobagu untuk menyatakan sikap secara kelembagaan menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja.
3. Mendesak Kapolri mencopot Kapolres Kotamobagu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here