Tujuh Terdakwa Kasus Pembunuhan Puncak Tongara Dituntut Enam Tahun

0
440
Tujuh Terdakwa Kasus Pembunuhan Puncak Tongara Dituntut Enam Tahun Hukum
Tampak keluarga korban yang mulai mengamuk keluar ruang sidang

ZONA HUKRIM – Pengadilan Negeri (PN) Kotamobagu kembali menggelar sidang tujuh terdakwa kasus pembunuhan yang terjadi di Jalan Desa Torosik Kilo 3, Desa Mopusi, Kecamatan Lolayan. Persidangan mengagendakan pembacaan tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) AH Mayangkara SH, Rabu (11/6) pukul 14.30 Wita siang tadi.

JPU dengan surat tuntutannya nomor REG-3/KBGU/EP2/01/2014 menyatakan, para terdakwa terbukti bersalah dengan terang-terangan dan tenaga bersama, menggunakan kekerasan terhadap orang yang mengakibatkan maut sebagaimana diatur dalam pasal 170 ayat (1) jo ayat (2) ke-3 KUHPidana.

Dengannya para terdakwa yakni YS alias Yohan (27), EL alias Eding (30) dan LD alias Uman (27) serta SY alias Yedi (24), dituntut oleh JPU enam tahun pidana penjara. Tuntutan yang sama juga dijatuhkan JPU dalam berkas terpisah terhadap tiga terdakwa masing-masing, RK alias Kiki (22), SS alias Nul (24), AT alias Andi (29).

Sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Nur Dewi Sundari SH, anggota Erick I. Christoffel SH dan B Made Cintia Buana SH, kemudian ditutup dengan menggagendakan sidang pembelaan pada Rabu (18/6) pekan depan.

Sementara itu, usai persidangan sempat terjadi kericuhan lantaran keluarga korban tidak menerima tuntutan yang dijatuhkan JPU. Keluarga korban berteriak sejak dari ruang sidang hingga di halaman PN Kotamobagu. “Kiapa kong tuntut Cuma enam tahun pa dorang,” teriak keluarga korban.

Sejumlah petugas tampak kewalahan menangani kericuhan tersebut. Namun tak berselang lama bantuan personel Polres Bolmong tiba di PN Kotamobagu dan langsung bisa meredam kericuhan siang itu.

Diketahui kasus pembunuhan ini terjadi november 2013 silam. Awal mula kejadian, korban Reymon Wuse, warga Desa Tungoi bersama para terdakwa menggelar pesta miras di Jalan Torosik, tepatnya di puncak Tongara sekitar pukul 17.00 Wita. Saat itu terjadi adu mulut antara para terdakwa dan korban, singkatnya korban diduga pulang mengambil samurai (parang.red) dan kembali menemui para terdakwa.

Diurakan dalam BAP, bahwa korban sempat menebas punggung salah satu terdakwa dalam perkelahian, hingga salah satu terdakwa bernama Doni yang berstatus DPO, melakukan penikaman hingga mengakibatkan korban meninggal dunia.(zul)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here