VIDEO: Sopir dan Polantas Berselisih, Menurut Anda Siapa yang Benar?

0
216

VIDEO: Sopir dan Polantas Berselisih, Menurut Anda Siapa yang Benar? Hukum

ZONA HUKRIM – Tindakan Polisi Lalu Lintas (Polantas) yang menilang seorang sopir taksi menjadi sorotan sejumlah netizen. Aksi tilang itu merupakan cuplikan acara liputan dokumenter bertajuk ’86’ yang disiarkan salah satu stasiun TV, kemudian menjadi viral di media sosial (Medsos) setelah diunggah ke situs youtube.com.

Dalam cuplikan video berdurasi 3.20 menit tersebut, tampak dua orang polisi yang menilang seorang kakek pengendara taksi. Menariknya, saat kedua polisi dan sopir berselisih, di sela-sela cuplikan muncul keterangan yang kontra dengan keterangan polisi atau membenarkan pernyataan sang sopir.

Menurut polisi, sopir itu melanggar rambu ‘Dilarang Parkir’, karena sopir itu berhenti. Polisi lalu lintas bernama Inspektur Satu Abd Aziz, menilang sang sopir lantaran mobilnya berada di pinggir jalan. Sementara, di ruas jalan taksi itu berada, terpajang rambu Dilarang Parkir.

“Tempat tersebut jelas-jelas terdapat rambu Dilarang Parkir,” kata Aziz dalam wawancara di suatu studio.

Sementara, sopir merasa tak bersalah karena hanya berhenti sebentar untuk melihat barang yang ada di pelataran sebuah toko. Menurut Sang Sopir, dia tak bersalah karena dia tidak parkir, melainkan hanya berhenti.

“Kalau berhenti itu saya di atas (jok mobil), Pak. Setahu saya, itu tidak melanggar. Kalau mobilnya diparkir, baru melanggar, Pak,” ujar sang sopir.

Netizen pun ramai-ramai mengkritik polisi dalam video itu sebagai petugas yang tak bijak dan tak bisa membedakan aturan. Masalahnya, rambu ‘Dilarang Parkir’, jelas berbeda maknanya dengan rambu ‘Dilarang Berhenti’.

Abu Muhammad, seorang netizen sekaligus pengunggah video tersebut menuliskan, beda antara parkir dan berhenti bisa dilihat di Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Dalam Bab I berisi ketentuan umum, pada angka 15 disebutkan, “Parkir adalah keadaan Kendaraan berhenti atau tidak bergerak untuk beberapa saat dan ditinggalkan pengemudinya.”

Adapun pada angka 16 disebutkan, “Berhenti adalah keadaan kendaraan tidak bergerak untuk sementara dan tidak ditinggalkan pengemudinya.”

Dan apa yang disebutkan dalam uraian pasal-pasal tersebut sama dengan yang didalihkan sang sopir. Namun sayang, ia tetap kena tilang. Bagaimana pendapat anda, benar sang sopir atau polisi? Simak videonya di bawah ini;

Pada Sabtu (23/1/2016) beberapa video yang beredar di jejaring Youtube seperti di atas sudah dihapus atas permintaan salah satu stasiun TV. Namun masih bisa disaksikan di sejumlah akun Facebook yang mengunggah video serupa. Salah satunya di link ini; Polisi Vs Sopir

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here