Wali Kota Harap Kebijakan Pemerintah Pusat

Wali Kota Harap Kebijakan Pemerintah Pusat Kotamobagu

ZONA KOTAMOBAGU –Fenomena gugur massal pelamar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) masih terjadi pada pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) ulang yang dilaksanakan di Kantor BKN Regional XI, Manado, beberapa hari lalu. Dari 444 peserta yang berkesempatan mengikuti ujian Computer Assisstad Test (CAT) tersebut, hanya 10 diantaranya yang mencapai nilai passing grade. Jumlah itu sangat jauh dari harapan pemerintah, sebab kuota formasi yang tersedia sebanyak 300.

Melihat fenomena itu, Wali Kota Tatong Bara berharap ada kebijakan atau solusi terbaik dari pemerintah pusat agar semua formasi bisa terisi semua.

Menurut wali kota, dirinya menemui Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi dan Birokrasi (MenPAN-RB) dan menyampaikan banyak hal termasuk soal penurunan nilai passing grade dan perankingan untuk mengantisipasi kekosongan formasi CPNS di Kota Kotamobagu. “Ini buka tugas saya semata sebagai pimpinan daerah, tapi tugas kita semua. Kemudian kita juga harus berbenah dan lebih siap lagi. Kita harus terus meng-upgradekemampuan kita. Sekarang ini sudah era teknologi sehingga tidak ada lagi yang gagap teknologi saat mengikuti CAT. Harus banyak mencoba dan melatih diri agar bisa melewati proses ini. Misalnya, ketika di tes ulang harusnya bisa lulus. Ini yang harus kita benahi bersama,” ujar wali kota.

Wali kota menambahkan, rekrutmen CPNS yang sangat kompetitif ini akan sangat berdampak pada naiknya Sumber Daya Manusia (SDM) di Indonesia yang saat ini berada di peringkat 77 di kawasan Asia. “Ini juga sangat baik agar daya saing SDM kita juga baik,” tambah wali kota.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP), Sahaya Mokoginta, mengaku belum mendapat informasi atau petunjuk dari soal perankingan nilai passing grade dari masing-masing pelamar CPNS. “Sampai saat ini belum ada petunjuk untuk perankingan. Kemarin (Minggu) waktu ujian kembali di BKN, tidak ada pemberitahuan soal itu (perankingan),” kata Sahaya.

Ia mengungkapkan, saat ini jumlah pelamar CPNS yang mencapai nilai passing grade hanya 20 orang sebagai hasil dari dua kali pelaksanaan SKD (termasuk SKD ulang). “Kita masih menunggu keputusan dari Panselnas (Panitia Seleksi Nasional). Mudah-mudahan keputusannya nanti seperti yang kita harapkan agar 300 formasi yang tersedia bisa terisi semua,” ungkap Sahaya. (ads/trz)

Leave a Response