Wali Kota: Pemberian Gelar Adat Tak Sembarangan

0
169

Wali Kota: Pemberian Gelar Adat Tak Sembarangan Kotamobagu

ZONA KOTAMOBAGU – Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu melalui Dinas Perhubungan Kebudayaan Pariwisata Komunikasi dan Informasi (Dishubbudparkominfo) menggelar dialog kebudayaan dengan tema Inventarisasi Budaya Dan Standarisasi Pakaian Pengantin Dalam Persepktif Adat Mongondow. Kegiatan ini dilaksanakan di Restoran Lembah Bening, Rabu (21/12) kemarin.

Di hadapan peserta dialog, Wali Kota Tatong Bara menberikan apresiasi dialog yang mengangkat pentingnya peran adat untuk kehidupan bermasyarakat di Kotamobagu. “Selain untuk menggali pentingnya adat daerah, juga untuk bagaimana seluruh masyarakat paham akan peran adat, sehingga tidak terpecah belah oleh pemahaman yang berbeda-beda tentang pemanfaatan adat di daerah kita sendiri,” katanya.

Ditegaskan Wali Kota, dalam penerapan adat Mongondow di Kotamobagu saat ini menjadi perhatian serius Pemerintah Kota. Banyaknya perbedaan dalam praktik yang dijalankan lembaga adat, aliansi yang mengatasnamakan adat Mongondow, serta masyarakat umum, membuat bingung banyak kalangan. Pemkot ingin ada penyeragaman dan harus sesuai aslinya.

“Kita samakan persepsi. Kita kembalikan semua ke aslinya. Penerapan segala sesuatu berkaitan dengan adat tidak boleh beda-beda. Misalnya dalam penggunaan pakaian adat maupun pemberian gelar adat bagi siapapun, harus jelas. Tidak boleh sembarangan. Kita akan atur dalam peraturan daerah (perda),” imbau Wali Kota.

Lanjut dijelaskan, jika semua urusan adat sudah diatur dalam perda dan dikembalikan pada aslinya, maka ke depan tidak ada lagi pemberian gelar adat kepada pejabat atau orang tertentu dengan cara asal-asalan. “Bukan lagi karena keinginan seseorang atau kelompok lalu dapat gelar adat, tetapi ada mekanismenya,” jelas Wali Kota.(ads.gito)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here