Wali Kota Tinjau Pembangunan Pasar Kuliner

0
252

Wali Kota Tinjau Pembangunan Pasar Kuliner Headline Kotamobagu

ZONA KOTAMOBAGU – Wali Kota Tatong Bara didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Sande Dodo dan Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM, Herman Aray, meninjau progres pembangunan pasar kuliner di eks RSUD Datoe Binangkang, Senin (5/10).

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM, Herman Aray, mengatakan wali kota sangat puas dengan progres pembangunan pasar kuliner apalagi dampaknya sangat dirasakan para pedagang kuliner di Kotamobagu. “Dan ini memang surat atensi dari BPK Provinsi bahwa bangunan ini tepat sasaran, kalau hanya dibagi uang kepada pedagang bisa-bisa tidak terlalu tepat sasaran. Namun bangunan fisik ini terus berkelanjutan. Dan tadi ibu wali kota sangat mengapresiasi dan beliau bangga dengan progres pembangunan pasar kuliner ini,” kata Aray.

Lanjutnya, di pasar kuliner tersebut, pihaknya menyiapkan 50 lapak bagi pedagang. “Jadi pasar kuliner ini hanya diperuntukan kepada para pedagang yang berjualan di jalan Kartini. Karena mereka sangat terkena dampak akibat pandemi Covid-19 sampai saat ini dan mereka tidak berdagang. Kemudian ada juga pelaku-pelaku usaha mikro di jalan kartini mereka membuat proposal dan dasar proposal itu kita laporkan ke BPKP,” tuturnya.

Terkait mulai beroperasinya pasar kuliner ini, Aray menyebut, akan dibuka pada akhir November 2020. “Kalau progses pembangunannya sudah rampung baru kami laporkan ke pimpinan, karena ibu wali kota yang akan me-launching pasar kuliner ini. Insya Allah target akhir november atau awal desember pasar kuliner ini mulai beroperasi,” ungkapnya.

Diketahui, ada lima item pekerjaan untuk melengkapi pasar kuliner yang saat ini tengah dalam pengerjaan. Yakni, rehabilitasi peningkatan sarana dan prasarana pasar kuliner, pemasangan paving blok pelataran pasar, pekerjaan penyambungan listrik dan lampu penerangan, pemasangan instalasi air bersih dan sanitasi pasar kuliner. Total anggaran yang dikeluarkan untuk penambahan fasilitas tersebut mencapai Rp1,9 miliar, diambil dari anggaran penanganan Covid-19, pos penanganan dampak ekonomi. (guf)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here