Warga Pantura Diimbau Hentikan Pengunaan Mangrove untuk Kerajinan

0
517

Warga Pantura Diimbau Hentikan Pengunaan Mangrove untuk Kerajinan Bolmong  ZONA BOLMONG – Tanaman hias hasil kerajinan tangan sejumlah warga desa di pesisir Pantai Utara (Pantura) menjadi sorotan. Meski terlihat indah, namun sayang bahan dasar pada kerajinan tersebut diambil dari pohon mangrove.

Tokoh Pemuda Kecamatan Sangtombolang, Zulhan Manggabarani, mengatakan, pembuatan pernak-pernik ataupun sejenisnya dengan menggunakan pohon mangrove sebaiknya jangan dilakukan. Sebab, tumbuhan tersebut adalah jenis yang dilindungi undang-undang.

“Bagi saya, silakan menyalurkan kreatifitas namun jangan menggunakan bahan yang bertentangan dengan aturan. Apalagi tumbuhan yang sudah dilindungi oleh negara,” katanya.

Ia menganggap itu sebagai bentuk kreatifitas yang keliru. Sehingga pemerintah harus segera menghentikanya. “Peran pemerintah juga memberikan informasi soal keberadan mangrove. Karena bisa jadi warga melakukan hal tersebut karena ketidak tahuanya,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Imran Nantudju, mengimbau warga untuk tidak melanjutkan lagi pengunaan mangrove sebagai bahan kerajinan.

“Tumbuhan mangrove yang masuk di kawasan yang dilindungi tidak bisa diganggu. Begitu pula, mangrove di luar kawasan hutan lindung sebaiknya jangan ditebang,” katanya.

Ia menjelaskan manfaat pohon mangrove yang hidup di habitatnya sendiri adala selain mencega terjadinya abrasi, di bagian akarnya juga menjadi tempat tumbuh ikan-ikan kecil dan satwa air lainynya. “Mangrove menjaga keseimbagan alam sehingga sebaiknya dijaga bersama,” ujarnya.

Reporter: Wiradi Gilalom

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here