Sabtu Nanti, Warga Sangihe di Jabodetabek Gelar Upacara Adat Tulude

0
101

Sabtu Nanti, Warga Sangihe di Jabodetabek Gelar Upacara Adat Tulude Komunitas

ZONA KOMUNITAS – Warga Sangihe yang berada di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) akan menggelar upacara adat Tulude di GOR Jakarta Utara pada Sabtu (6/2) pukul 17.00 WIB. Upacara adat Tulude ini merupakan merupakan acara tahunan yang digelar oleh masyarakat Sangihe yang tergabung dalam keluarga Tampungan Lawo di Jabodetabek.

Tokoh muda Sangihe di Jabodetabek Steven Setiabudi Musa, di Jakarta, Kamis (4/2) mengatakan, kegiatan rutin yang dilakukan setiap tahun ini diharapkan dapat memberikan motivasi bagi para generasi muda asal Sangihe, khususnya yang ada di Jabodetabek untuk tetap menghargai dan menjaga adat istiadat Sangihe.

Sebab, upacara adat Tulude ini mengajarkan kepada warga Sangihe untuk senantiasa bersyukur atas anuegarah dan berkat yang sudah diberikan Tuhan pada tahun yang silam dan meminta bimbingan Tuhan dalam menjalani tahun yang baru.

“Pada prinsipinya upacara adat Tulude ini mengingatkan kita, khususnya warga Sangihe bahwa sebagai manusia yang sudah diberi berkat, maka sudah sepatutnya pula kita bersyukur kepada sang pemberi berkat itu. Selain itu, kita juga tetap meminta pertolongan Tuhan untuk menuntun langkah kita di tahun yang baru ini. Kami berharap keturunan kami kelak bisa mengenal upacara adat ini serta bisa mempertahankannya. Makanya acara ini tetap kita gelar setiap tahun ,” papar anggota Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta ini.

Sementara itu, Penasihat Keluarga Tampungan Lawo Jabodetabek Simson Katiandago menjelaskan, hampir setiap tahun Keluarga Tampungan Lawo Jabodetabek menyelenggarakan upacara adat yang bisa dikatakan sebagai acara yang dilakukan turun menurun dari masyarakat Sangihe, Sulawesi Utara. Namun, untuk pagelaran adat akbar baru diselenggarakan sebanyak tiga kali, yaitu tahun 2008, 2011, dan 2016 ini.

Upacara Adat Tulude yang akan digelar tahun ini, kata Simson, memang sebuah acara yang bersifat religius karena sebagian besar masyarakat Sangihe beragama kristen. “Meski demikian, kami tidak akan menutup pintu bagi siapa saja yang ingin menyaksikan upacara ini,” kata Simson. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here