Warga Tanoyan Siap Aksi Besar-besaran di DPRD

0
399
Warga Tanoyan Siap Aksi Besar-besaran di DPRD Bolmong
Tampak suasana demo warga belum lama ini

ZONA BOLMONG  – Warga terus menyuarakan penolakan akan masuknya dua perusahaan tambang bekerjasama dengan Koperasi Unit Desa (KUD) Perintis, di desa Tanoyan Utara dan Tanoyan Selatan. Menyusul, rencana warga kedua Desa tersebut untuk melakukan aksi besar-besaran di DPRD Bolmong dalam waktu dekat ini.

“Kami akan ke DPRD untuk menyampaikan aspirasi penolakan terhadap dua perusahaan tambang yang dalam waktu dekat masuk ke lokasi pertambangan warga Tanoyan,” kata Koordinator aksi, Abdul Nasir Ganggi, Minggu (7/6).

Pihaknya meminta DPRD memfasiliatasi pertemuan dengan pihak-pihak terkait di antaranya pengurus KUD Perintis yang lama dan baru, hingga jajaran perangkat desa Tanoyan Utara dan Tanoyan Selatan.

“Rapat terbuka ini penting dilakukan, agar diketahui apa-apa yang menjadi konsipirasi mereka. Biar DPRD juga tahu sikap KUD Perintis yang menggadaikan masa depan tambang kepada investor dari luar yang tidak pernah membawa dampak positif untuk kehidupan,” jelasnya.

Aksi protes terhadap perusahaan tersebut sebelumya telah dilakukan. Dalam aksi tersebut, mereka meminta agar Pemkab Bolmong tidak serta merta memberikan Ijin Usaha Pertambangan (IUP).

Tak hanya itu,  surat kerjasama perjanjian antara KUD Perintis dan PT Gunung Damavan Persada yang ditandatangani kedua pihak dihadapan Notaris dari Jakarta, yakni Rachmad Umar SH juga telah diketahui oleh masyarakat.

Perjanjian kerjasama itu dibuat pada 30 Januari tahun 2013. Hal ini langsung memicu reaksi penolakan warga karena, kerjasama tersebut, dilakukan secara sembunyi-sembunyi, tanpa melibatkan masyarakat.

Salah satu poin yang termuat dalam perjanjian tersebut, PT Gunung Damavan Persada, akan mengelolah pertambangan tanoyan dengan menggunakan alat dan teknologi canggih selama 10 tahun.

Reporter: Wiradi Gilalom

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here