Wawancara Nova Mamonto: Berkarya Lewat Hobi di Tengah Rutinitas Kantor

1
635
Wawancara Nova Mamonto: Berkarya Lewat Hobi di Tengah Rutinitas Kantor Hiburan
Nova Mamonto

Bukan hal mudah untuk bisa hasilkan karya dari hobi yang diminati, khususnya bagi mereka yang bergelut dengan rutinitas dan kesibukan kantor. Namun tak demikian dengan sosok wanita karir kelahiran 5 November 1976 ini. Adalah Nova Mamonto, penulis novel yang juga aktif sebagai karyawan di salah satu bank swasta di Sulawesi Utara.

Sejak menyelesaikan kuliah tahun 2002 dari STIE Perbanas Jakarta, Nova langsung bergelut dengan rutinitas dunia perbankan, menyusul belakangan barulah bakat terpendam sebagai penulis digiatkan Nova. Dirinya menggarap novel pertamannya bertajuk “7 Impossible Days” yang setiap hari ditulisnya sejak tahun 2008 hingga rampung pada 2012 silam, bahkan Nova sempat mendapat persetujuan pihak MotoGP untuk menggunakan trademark mereka ke dalam Novel miliknya, namun belakangan tidak digunakannya.

Novel perdana Nova yang bergendre fiksi ilmiah itupun menuai respon positif sejumlah kalangan pengiat sastra. Seperti yang diungkapkan rekan dari Komunitas Bibir Pena Manado, mereka bangga dengan adanya karya dari Nova tersebut. “Novel setebal 500 halaman ini, merupakan terobosan baru bagi novelis yang ada di Sulut,” kata Arther Olii yang diamini beberapa rekannya.

Wawancara Nova Mamonto: Berkarya Lewat Hobi di Tengah Rutinitas Kantor Hiburan
Bedah buku di WaleKofiEsa Manado

Selain rekan dari Komunitas Bibir Pena Manado, sejumlah budayawan dan pengiat sastra ternama Sulut pun ikut memberikan perhatian pada karya Nova tersebut. hal itu terlihat saat digelarnya bedah buku karya Nova di WaleKofiEsa Manado 2012 silam. Kegiatan tersebut ikut dihadiri budayawan sekelas Reiner E Ointoe, Sastrawan Erick MF Dajoh, pemerhati sastra Benny Mamoto dan penyair Iverdixon Tinungki. Mereka begitu serius membedah novel karya Nova.

Kini, Nova tengah menggarap novel kedua yang katanya akan diberi judul “Folding The Earth”. Nova sendiri setiap hari harus menempuh perjalanan sedikitnya 1 jam menuju kantornya dari kediamannya di Kelurahan Mogolaing, Kecamatan Kotamobagu Barat, Kota Kotamobagu. Meski sibuk, Nova bersedia meluangkan waktu untuk zonabmr.com dan berbagi banyak cerita. Berikut wawancarannya.

 

1.Bagaimana Nova bisa meluangkan waktu dari rutinitas dan kesibukan kantor hingga bisa menghasilkan karya tulis setebal itu?

Waktu itu relatif terhadap ruang, itu kata Einstein. Tiap hari pulang kantor saya langsung nulis kira-kira 4-5 jam. Sabtu-Minggu atau libur lebih banyak waktu lagi untuk nulis. Itu ngorbanin waktu bersosial sebenarnya, tapi hidup ini punya banyak pilihan dan saya pilih nulis dibanding nongkrong hehe tapi saya bukan anti-sosial lho.

2.Apakah waktu yang dikeluarkan untuk menghasilkan karya tulis tidak menggangu pekerjaan di kantor?

Saya tidak memikirkan waktu. Saya menikmati menulis seperti saya menikmati bekerja di kantor. Hobi dan profesi sejalan. Itulah keseimbangan versi saya.

3.Nova sejak Tahun 2002 sudah bergelut di dunia perbankan, tapi diam-diam bisa menghasilkan karya tulis. Apa Nova memang punya hobi menulis sejak dulu?

Oh, hobi, ya..hobi lama dari kecil, sampai Mama sering marah gara-gara buku sekolah dijadikan sarana menulis cerita. Itu waktu saya masih kelas 4 SD (hahaha)

Wawancara Nova Mamonto: Berkarya Lewat Hobi di Tengah Rutinitas Kantor Hiburan
Bagi Nova, hobi dan profesi itu sejalan

4.Siapa tokoh penulis yang menginspirasi nova, atau yang pernah memberikan petuah tentang karya tulis ke Nova?

Saya ingat waktu itu malam pergantian tahun 1999 ke 2000 dan saya diundang oleh seorang teman ke acara pengantian tahun di rumahnya. Katanya itu kejutan buat saya. Saya tidak menyangka di sana Bapak Pramodeya Ananta Toer datang. Beliau adalah sastrawan senior yang karya-karyanya sudah mendunia. Terus saya disuruh duduk dekat Pak Pram. Saking gugupnya saya tidak tahu harus ngomong apa sampai diomelin teman saya. Akhirnya saya tanya sama Pak Pram bagaimana menjadi seorang penulis. Rasanya itu pertanyaan yang bodoh, ya? Tapi jawaban Pak Pram sangat praktis dan masuk akal. “Kamu tulis apa saja yang kamu rasakan terhadap obyek atau subyek,” kata Pak Pram.

5.Nova tengah menggarap novel kedua, bisa tolong ceritakan sedikit tentangnya?

Novel kedua judulnya Folding The Earth (Melipat Bumi) merupakan kelanjutan kisah dari novel pertama 7 Impossible Days. Di buku kedua ini, saya memperkenalkan karakter-karakter baru, anak-anak muda dari berbagai bangsa yang bergabung dalam satu tim solid. Mereka mengungkap fakta tentang keberadaan manusia-alien di bumi sejak dulu kala dan banyak aksi-aksi dengan olahraga ekstrim seperti panjat tebing bebas (panjat tebing tanpa menggunakan alat) dan Wing-suit Base Jump (terbang dengan kostum Wing-suit) semacam Mission Impossible ala anak muda lah.

Selain itu ajang balap motor Mega Prix juga diangkat sebagai plot tersendiri. Di buku ini juga terungkap misteri-misteri kebudayaan kuno yang berhubungan dengan alien dan latar belakang gelap para tokoh utama dari buku sebelumnya. Teman belum tentu selamanya dan lawan bisa berbalik arah. Intinya cinta, penghianatan dan persahabatan ada dalam buku kedua saya nantinya.

6.Apakah gendre fantasy dan science fiction akan mendominasi novel-novel Nova yang akan datang?

Itu pasti. tapi saya juga tengah menggarap novel anak-anak, Yaa bergenre fantasi juga. Ini baru uji-coba.

7.Kalau bisa memilih, Nova pilih bekerja dikantor atau menulis?

Cuma satu pilihan ya? Hehehe. Oke, pilihan saya yang kedua deh tapi kembali ke pasal satu: Hobi dan Profesi harus sejalan.

Wawancara Nova Mamonto: Berkarya Lewat Hobi di Tengah Rutinitas Kantor Hiburan
Cover Novel 7 Impossible Days

8.Apakah Nova punya pesan buat mereka khususnya para remaja di Bolmong Raya yang punya keinginan menulis novel?

One thing, kamu (teman-teman) bisa menyentuh hidup dan meninggalkan sidik jari kamu dalam sejarah dunia dengan menghasilkan suatu karya berguna dan itu bakal dikenang. Daripada sidik jarinya nempel di TKP? Pilih mana? Hahahaha.(*)

Ingin tahu lebih banyak tentang Novel yang tengah digarap Nova? Atau ingin memiliki Novel perdananya Nova, 7 Impossible Days? Silahkan hubungi Nova melalui akun emailnya visionovabooks@gmail.com atau nomor kontaknya 082191173910

Peliput: Eldy Noerdin

1 KOMENTAR

  1. Semoga tambah sukses ya sis.. nama sis pasti akan dikenang sebagai salah satu toko penulis kebanggaan sulut terkhusu totabuan.. dengan hadir nya karya terbaik sis memberikan jawaban pada publik sosok wanita karir yang terkesan pendiam dan hobi menyendiri ternyata memberikan hasil yang sangat memuaskan publik dan bisa menjadi acuan buat putra putri totabuan ke depan.. amin..

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here