Tiga Kelompok Tani Dilatih Cara Budidaya Nenas

934
muljadi-surotenojo
Muljadi Suratinojo

ZONA KOTAMOBAGU – Tiga kelompok tani di Kelurahan Mongkonai, Kecamatan Kotamobagu Barat, dilatih cara pembudidayaan nenas di Kota Kotamobagu. Pelatihan itu dilakukan Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulawesi Utara (Sulut) sebagai tindak lanjut Memorandum of Understanding (MoU) bersama Walikota Tatong Bara awal Juli lalu.

“Ada tiga kelompok yang ikut pelatihan, yaitu Kelompok Tani Nomontang, Amaliotung dan Maju Bersama. Tiga kelompok itu berada di Kelurahan Mongkonai dan Mongkonai Barat,” kata Kepala Dinas Pertanian, Muljadi Suratinojo.

Ia mengungkapkan, sebelum mengikuti pelatihan, tiga kelompok tersebut terlebih dahulu mengikuti sosialisasi soal cara pembudidayaan nenas dari pihak BI. “Ada banyak hal positif yang didapat petani kita setelah mengikuti sosialisasi dan pelatihan itu, seperti cara pembudidayaan hingga penggunaan teknologi pasca panen,” ungkapnya.

Lanjutnya, setelah mengikuti sosialisasi dan diberikan pelatihan, tiga kelompok tersebut juga akan mendapatkan bantuan berupa alat pengelolaan nenas pasca panen. “Ini menjadi keuntungan tersendiri bagi petani kita di sini. Kedepannya pengelolaan nenas pasca panen sudah menggunakan teknologi hingga pada pengelolaan produk turunnya, seperti selai, jus dan lainnya,” ujarnya.

Kerja sama Pemkot dan BI tersebut dalam rangka mengembangkan potensi nenas di Kota Kotamobagu. Selain akan berdampak pada peningkatan produktivitas, apa yang dilakukan Pemkot tersebut juga diyakini akan mampu menggerakkan roda ekonomi masyarakat khususnya petani nenas.

“Kerja sama Pemkot dengan pihak BI ini menjadi semangat baru bagi kami petani nenas. Selama ini yang menjadi kendala kami adalah soal pemasaran buah nenas. Biasanya setelah panen, hanya di jual di pinggiran jalan atau di bawa ke pasar. Dengan adanya kerja sama ini, maka kita bisa dengan mudah memasarkan hasil panen,” Sumitro Limpaton, petani nenas di Kelurahan Mongkonai, Kecamatan Kotamobagu Barat.

Lanjutnya, iklim dan cuaca Kota Kotamobagu sangat cocok untuk pengembangan potensi nenas. “Kita bersyukur, karena potensi besar ini bisa dilihat oleh pemerintah dengan mengajak Bank Indonesia bekerja sama untuk pengembangannya. Ini menjadi kabar baik bagi kami petani nenas di daerah ini,” ujarnya.

Walikota Tatong Bara, mengungkapkan berbagai potensi unggulan daerah termasuk komoditas nenas, perlu dikembangkan. Selain program yang sedang dan akan dilaksanakan oleh dinas terkait, upaya melobi investor juga terus dilakukan. “Jumlah produksinya besar, kemudian kualitasnya juga baik. Peluang ini kita tangkap dan mudah-mudahan bisa menjadi sesuatu yang baik bagi petani,” ungkap walikota. (ads/gito)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here