DP3A Kotamobagu Tutup Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Terhadap Anak di Kobo Kecil

57
DP3A Kotamobagu Tutup Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Terhadap Anak di Kobo Kecil
DP3A Kotamobagu Tutup Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Terhadap Anak di Kobo Kecil

Kotamobagu, ZONABMR.COM – Pemerintah Kota Kotamobagu melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) menutup rangkaian Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Terhadap Anak di Kecamatan Kotamobagu Timur, Desa Kobo Kecil, Kamis (13/11/2025). Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari sosialisasi yang sebelumnya digelar di tiga kecamatan lain sebagai upaya memperluas edukasi perlindungan anak.

Kepala DP3A Kotamobagu, Sarida Mokoginta, mengatakan sosialisasi bertujuan memberi pemahaman kepada pemerintah desa, tokoh agama, sekolah, dan masyarakat mengenai langkah-langkah pencegahan kekerasan terhadap anak.
“Informasi ini kami harap dapat diteruskan ke masyarakat agar lingkungan aman dan ramah anak dapat terwujud,” ujar Sarida.

Staf Khusus Wali Kota Bidang Pemberdayaan dan Perlindungan Anak, Devita A. Djunaidi, mengungkapkan kasus kekerasan terhadap anak di Kotamobagu mengalami penurunan dibanding tahun 2024. Khusus di Kecamatan Kotamobagu Timur, jumlah kasus turun signifikan.
“Tahun lalu ada 113 kasus di Kotamobagu. Untuk Kotamobagu Timur, 7 kasus terhadap anak dan 11 terhadap perempuan. Tahun ini jumlahnya menurun,” jelas Devita.

Ia menekankan pentingnya sosialisasi berkelanjutan hingga tingkat kelurahan dan sekolah, mengingat sekitar 80 persen kasus terjadi di lingkungan sekolah. Devita juga menyoroti peran orang tua dalam membentuk perilaku anak serta perlunya pengawasan terhadap konten digital sejak usia dini. Ia mendorong pemerintah memperluas edukasi melalui media digital dan menyiapkan layanan pengaduan online untuk mempercepat penanganan kekerasan dan cyberbullying.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber Devita A. Djunaidi dan Ariel Pasangkin dari Kejaksaan Negeri Kotamobagu, serta diikuti peserta dari berbagai elemen masyarakat dan pemerintahan desa setempat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here