
Sulut, ZONABMR.COM – Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Pengurus Daerah (PD) XIII/Merdeka dipastikan ambil bagian dalam pameran nasional “Persit Bisa” ke-2 yang akan digelar pada 7–9 Mei 2026 di Kartika Expo, Balai Kartini, Jakarta.
Kegiatan ini menjadi panggung strategis bagi Persit untuk menampilkan berbagai produk unggulan UMKM binaan dari seluruh Indonesia.
Khusus Persit KCK PD XIII/Merdeka, partisipasi ini dimanfaatkan untuk memperluas pasar sekaligus mendorong kemandirian ekonomi anggota melalui promosi produk khas, seperti Sulam Benang Hai Setala dan Dewi Bordir.
Ketua Persit KCK PD XIII/Merdeka, Lely Mirza Agus, menegaskan bahwa keikutsertaan dalam ajang nasional ini merupakan bentuk apresiasi terhadap dedikasi dan kreativitas anggota Persit, serta menjadi ruang penting untuk mendorong inovasi di sektor UMKM.
“Kegiatan ini menjadi ruang bagi para istri anggota TNI AD, khususnya Persit KCK PD XIII/Merdeka, untuk berkreasi, berkarya, dan menunjukkan potensi terbaik yang mereka miliki. Jika tidak bekerja di suatu instansi, maka harus mampu membaca peluang usaha dan lebih kreatif agar bisa membantu perekonomian keluarga,” ujarnya.
Salah satu produk unggulan yang akan ditampilkan adalah Dewi Bordir, UMKM industri kreatif yang bergerak di bidang kerajinan bordir asal Tasikmalaya, Jawa Barat. Usaha ini diprakarsai oleh Dewi Puji Fitriyanti, Ketua Persit KCK Ranting 4 Yonif TP Cabang LXIV Brigif 22 Kodam XII/Merdeka.
“Dewi Bordir merupakan usaha generasi kedua yang telah dirintis sejak 2011. Keunikan produk ini terletak pada proses pengerjaan yang masih mempertahankan metode manual menggunakan mesin kejek (dikayuh dengan kaki) serta mesin jahit manual tanpa bantuan teknologi komputer. Produk utama yang dihasilkan berupa kain kebaya bordir dengan motif eksklusif hasil desain sendiri,” ucap Dewi Puji Fitriyanti, Jumat (1/05/2026).
Diungkapkan Dewi, meski menghadapi tantangan seperti keterbatasan tenaga kerja dan persaingan industri berbasis teknologi modern, Dewi Bordir tetap berkomitmen menjaga nilai tradisional sebagai bagian dari pelestarian budaya lokal.
“Tujuan kami tidak beralih ke mesin komputer adalah untuk mempertahankan warisan budaya yang mulai tergerus kemajuan teknologi,” ucapnya.
Istri dari Letkol Inf Mamiek Kurniawan itu menambahkan, selain sebagai bentuk pelestarian budaya, usaha ini juga menjadi penopang ekonomi keluarga. Di tengah dinamika kehidupan sebagai istri prajurit yang harus berpindah mengikuti penugasan suami, para anggota Persit dituntut tetap produktif dan mandiri.
“UMKM memiliki peran penting bagi istri prajurit, tidak hanya dalam meningkatkan ekonomi keluarga, tetapi juga sebagai sarana aktualisasi diri. Kami berharap melalui kegiatan Persit Bisa ini, produk UMKM Persit dapat semakin dikenal luas oleh masyarakat,” ujarnya.
Pameran “Persit Bisa” 2026 di Kartika Expo, Balai Kartini, Jakarta, diharapkan menjadi momentum besar bagi para pelaku UMKM Persit untuk memperluas jaringan pasar, memperkuat branding produk, serta menginspirasi perempuan Indonesia untuk terus berkarya dan berdaya.


