
ZONABMR.com — Pertunjukan Teater Pandora “Sebelum Fajar Menyingsing” akan menjadi sajian pembuka kegiatan Rona Budaya Sulawesi Utara yang akan digelar di Museum Provinsi Sulawesi Utara, 5 September 2026. Pertunjukan ini menjadi bagian dari perayaan HUT ke-62 Provinsi Sulawesi Utara sekaligus ruang untuk memperkenalkan keberagaman sejarah dan budaya Sulawesi Utara melalui seni pertunjukan.
Teater Pandora “Sebelum Fajar Menyingsing” mengangkat kisah tentang keberagaman budaya Sulawesi Utara serta tokoh-tokoh pejuang yang merepresentasikan tiga wilayah budaya di Sulawesi Utara. Salah satu tokoh yang diangkat adalah Adampe Dolot, tokoh Sarekat Islam dari wilayah budaya Bolaang Mongondow Raya yang memiliki peran penting dalam perjalanan sejarah dan kebudayaan masyarakat Bolaang Mongondow Raya.
Tokoh Adampe Dolot diperankan oleh Ridel Kian Sarnusi, salah satu generasi muda Sulawesi Utara yang aktif dan memiliki pengalaman di bidang seni teater. Pertunjukan ini juga melibatkan sejumlah generasi muda berbakat Sulawesi Utara yang memiliki berbagai pengalaman dan pencapaian di bidang seni teater.
Teater Pandora “Sebelum Fajar Menyingsing” disutradarai oleh Randi Reza Datangmanis dan Asstrada Erika Riey, dengan dramaturgi oleh Vick Chenore. Naskah ditulis oleh Rengga Oktavianus Mambu dengan dukungan Tim Riset di Wilayah Budaya Bolaang Mongondow Raya, yakni Dion Mokoginta, Tyo Mokoagow, dan Ersad Mamonto. Sementara acting coach dalam pertunjukan ini adalah Swarch Watak.
Pengangkatan sosok Adampe Dolot menjadi salah satu bagian penting dalam pertunjukan, karena menghadirkan kembali tokoh sejarah dari Bolaang Mongondow Raya dalam bentuk pertunjukan teater yang dapat dinikmati oleh masyarakat luas, khususnya generasi muda. Pertunjukan ini diharapkan tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menjadi media untuk mengenalkan kembali sejarah, tokoh, nilai perjuangan, dan identitas budaya Sulawesi Utara.
“Kami mengajak masyarakat Sulawesi Utara untuk datang ke Museum Sulawesi Utara dan menyaksikan pertunjukan teater pada pembukaan Rona Budaya tanggal 5 September. Selain pertunjukan, kami juga telah menyiapkan berbagai pagelaran budaya dan UMKM sebagai bagian dari perayaan warisan budaya dalam rangka merawat keberagaman dan menguatkan identitas,” ujar Yorry R. Lesawengen Kepala Dinas Kebudayaan Daerah Provinsi Sulawesi Utara.
Khusus masyarakat Bolaang Mongondow Raya, masyarakat diajak untuk hadir dan menyaksikan langsung pertunjukan yang mengangkat tokoh sejarah Adampe Dolot sebagai salah satu tokoh sentral dalam perjalanan sejarah dan kebudayaan di wilayah Bolaang Mongondow Raya.
Pertunjukan Teater Pandora “Sebelum Fajar Menyingsing” menjadi momentum untuk mempertemukan seni pertunjukan, sejarah, dan kebudayaan dalam satu panggung sekaligus membuka rangkaian Rona Budaya Sulawesi Utara yang berlangsung sepanjang September 2026. (Indra)


