
ZONABMR.com — Usianya masih sangat muda. Namun, Axcelio Islam Makhachev Bibisa sudah mampu menunjukkan mental juara di lintasan renang.
Perenang cilik asal Kota Kotamobagu yang membela Klub Totabuan Citawaya Akuatik Kotamobagu itu sukses meraih medali emas pada ajang Nusantara Swim Competition Piala Dankodaeral VII, Sabtu (29/8/2026).
Berlaga di Lantamal VIII Manado, Axcelio turun pada kategori Kelas Pemula U-6 Gaya Bebas.
Menariknya, perjuangan Axcelio menuju podium juara tidak berjalan mulus.
Sehari sebelum perlombaan, Axcelio tak sengaja menginjak paku saat sedang bermain. Insiden tersebut membuat kakinya mengalami luka dan bahkan menyebabkan Axcelio demam.
Kondisi tersebut tentu menjadi kekhawatiran bagi keluarga, terlebih pertandingan yang dinantikan sudah di depan mata.
Namun, Axcelio tidak menyerah.
Pada hari perlombaan, luka di kakinya ternyata tak menyurutkan semangat perenang cilik tersebut untuk turun bertanding.
Dengan kondisi yang belum sepenuhnya pulih, Axcelio tetap berani masuk ke kolam dan memberikan kemampuan terbaiknya.
Axcelio tampil penuh percaya diri hingga medali emas pun menjadi miliknya.
Tak hanya membawa pulang medali, prestasi tersebut juga membuat Axcelio mendapatkan hadiah pembinaan sebagai bentuk apresiasi atas pencapaiannya.
Di balik prestasi tersebut, ada cerita menarik. Axcelio merupakan putra sulung pasangan Michael Solat Bibisa dan Sri Afni Manoppo, dua figur yang juga memiliki peran penting dalam dunia olahraga di Kota Kotamobagu.
Michael Solat Bibisa saat ini dipercaya sebagai Ketua PSSI Kota Kotamobagu, sedangkan Sri Afni Manoppo merupakan Ketua PBSI Kota Kotamobagu.
Namun, meski tumbuh di keluarga yang dekat dengan dunia olahraga, prestasi Axcelio di kolam renang tetap menjadi buah dari keberanian, latihan dan proses yang dijalaninya bersama Klub Totabuan Citawaya Akuatik Kotamobagu.
Sri Afni mengaku sangat bersyukur sekaligus bangga melihat putra sulungnya mampu tampil dan meraih prestasi di usia yang masih sangat muda.
“Saya dan keluarga sangat bangga sekaligus bersyukur atas pencapaian Axcelio hari ini. Sebagai orang tua, melihat anak kami berani tampil, berjuang, dan berhasil meraih prestasi di usia yang masih sangat muda adalah kebahagiaan yang tak ternilai,” ujar Sri.
Menurutnya, medali emas tersebut bukan sekadar penghargaan, tetapi menjadi awal perjalanan Axcelio dalam menekuni olahraga renang.
“Ini bukan sekadar medali emas, melainkan awal dari perjalanan panjangnya di dunia olahraga, khususnya bersama Klub Totabuan Citawaya Akuatik Kotamobagu,” katanya.
Sri berharap pencapaian tersebut tidak membuat Axcelio cepat puas. Sebaliknya, medali emas pertamanya diharapkan menjadi motivasi untuk terus berlatih dan mengembangkan kemampuan.
“Semoga prestasi ini menjadi motivasi bagi Axcelio untuk terus berlatih, berprestasi, dan mengharumkan nama Kota Kotamobagu di kancah yang lebih luas,” harapnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada pelatih dan official yang telah mendampingi Axcelio hingga mampu tampil maksimal dalam kompetisi tersebut.
Bagi keluarga Bibisa-Manoppo, prestasi Axcelio menjadi kebanggaan tersendiri. Di usia yang masih belia, ia telah mulai menorehkan namanya melalui olahraga yang berbeda dari cabang yang selama ini digeluti kedua orang tuanya.
Jika sang ayah berkecimpung di sepak bola dan sang ibu memimpin organisasi bulu tangkis, Axcelio kini mulai membangun jalannya sendiri melalui olahraga renang.
Dan medali emas di Manado menjadi langkah awalnya.





