Musda ESI Kotamobagu: Transparansi dan Harapan Baru Esports Menuju Porprov

204

~ Dari sebuah café sederhana, lahir tekad besar: membangun ekosistem esports Kotamobagu yang sehat, terbuka, dan berkelanjutan ~

Musda ESI Kotamobagu: Transparansi dan Harapan Baru Esports Menuju Porprov
Suasana Musyawarah Daerah (Musda) ke-2 ESI Kotamobagu yang digelar di Café Kusu-Kusu, Kelurahan Kotobangon. (Foto: Suta)

Kotamobagu, ZONABMR.COM – Suasana Café Kusu-Kusu di Kelurahan Kotobangon, Rabu 17 September 2025, terasa berbeda dari biasanya. Tempat nongkrong anak muda itu mendadak menjadi ruang serius penuh ide dan harapan.

Di sanalah Musyawarah Daerah (Musda) ke-2 Esports Indonesia (ESI) Cabang Kotamobagu digelar—sebuah momentum yang diharapkan bisa membuka babak baru dunia esports di daerah ini.

Di antara wajah-wajah antusias peserta, nama Rama Rizki Mangkat akhirnya terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum PB ESI Kotamobagu periode 2025–2030.

Bagi Rama, kepengurusan kali ini bukan sekadar melanjutkan, tetapi memperbaiki. Transparansi dan perhatian pada atlet disebutnya sebagai dua hal utama yang akan dikejar.

“Dalam kepengurusan ini, kami melibatkan perempuan, bahkan untuk posisi bendahara umum. Kami belajar dari periode sebelumnya, di mana perhatian terhadap atlet masih kurang. Ke depan, kami ingin wadah yang lebih jelas agar bakat mereka bisa benar-benar berkembang,” ucap Rama, penuh keyakinan.

Rama juga menegaskan tak ingin ada keraguan dalam pengelolaan anggaran.
“Semua harus terbuka. Tidak ada yang ditutupi. Harapan kami, esports di Kotamobagu bisa lebih dikenal bukan hanya sebagai ajang kumpul-kumpul, tapi tempat lahirnya atlet yang siap berlaga di Porprov,” tambahnya.

Harapan itu turut disambut oleh pemerintah daerah. Usmar Mamonto, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kotamobagu, menegaskan dukungannya, bahkan menyinggung soal anggaran Porprov yang tengah dibahas.

“Untuk Porprov 2025, ada usulan kenaikan anggaran dari Rp600 juta menjadi Rp1 miliar. Itu untuk 16 cabang olahraga, termasuk esports. Dengan dukungan ini, mudah-mudahan prestasi bisa lebih maksimal,” ungkapnya.

Di sisi lain, Sandi Gautama Mokoagow, Ketua Panitia Musda, memberi catatan penting: konsistensi.

“Langkah awal ini positif, terutama soal transparansi dan perhatian kepada atlet. Tapi kuncinya adalah konsistensi program. Jangan hanya berkembang di awal, tapi harus berkelanjutan agar benar-benar melahirkan atlet berdaya saing,” kata Sandi.

Musda kali ini bukan hanya soal rapat organisasi. Ada semangat baru yang terasa. Semangat agar esports di Kotamobagu tak lagi sekadar hobi, tetapi jalan prestasi.

Dari sebuah café sederhana, lahirlah tekad besar: membangun ekosistem esports yang sehat, terbuka, dan berkelanjutan.

Dan seperti kata seorang peserta Musda yang enggan disebut namanya, “Esports bagi kami bukan hanya soal permainan, tapi tentang mimpi. Mimpi bahwa dari layar kecil dan genggaman, bisa lahir juara yang mengharumkan Kotamobagu.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here