
ZONABMR.com — Turnamen Bulu Tangkis Wali Kota Kotamobagu Cup I resmi digelar pada 19–25 Oktober 2026. Sebanyak 387 atlet dari wilayah Sulawesi Utara dan Gorontalo (Sulut-Go) ambil bagian dalam kompetisi yang diharapkan menjadi wadah pembinaan sekaligus pencarian bibit atlet potensial.
Turnamen yang dimulai pukul 09.00 WITA setiap hari ini melibatkan 39 wasit dengan total hadiah Rp56 juta.
Ketua PBSI Kotamobagu, Sri Afni Manoppo, menyampaikan apresiasi kepada Wali Kota Kotamobagu atas dukungan penuh terhadap penyelenggaraan turnamen tersebut.
Menurut Afni, Wali Kota Kotamobagu Cup I bukan sekadar kompetisi untuk memperebutkan gelar juara, tetapi juga menjadi kesempatan bagi para atlet untuk mengasah kemampuan dan menambah pengalaman bertanding.

“PBSI Kotamobagu berkomitmen menjaga ekosistem bulu tangkis melalui kompetisi dan pembinaan yang berkelanjutan,” tegasnya.
Dukungan pemerintah, menurutnya, menjadi bagian penting dalam mendorong perkembangan olahraga sekaligus membuka ruang bagi atlet-atlet muda untuk meningkatkan prestasi.
Wali Kota Kotamobagu, Weny Gaib, turut mengapresiasi kepemimpinan Sri Afni Manoppo dalam mengembangkan olahraga bulu tangkis di daerah.
“Kepemimpinan Ibu Sri Afni Manoppo telah melahirkan banyak inovasi yang sangat positif. Kita bisa melihat langkah nyata, mulai dari pembinaan dan pengembangan bakat kelompok umur, peningkatan prestasi, hingga peningkatan kualitas wasit yang semakin baik di Kota Kotamobagu,” ujar Weny di hadapan para peserta dan undangan.
Weny juga mengapresiasi Dinas Pemuda dan Olahraga serta jajaran pengurus PBSI Kotamobagu atas kolaborasi yang memungkinkan turnamen tersebut terlaksana.
Ia berharap sinergi antara pemerintah, organisasi olahraga, pelatih, dan pembina terus terjalin demi memperkuat pembinaan atlet di Kotamobagu.
Menurut Weny, penyelenggaraan turnamen ini menjadi momentum penting karena jumlah pesertanya diklaim sebagai yang terbanyak sepanjang sejarah pelaksanaan turnamen bulu tangkis di wilayah Sulawesi Utara dan Gorontalo.
Ia juga mengingatkan para wasit agar menjalankan tugas secara profesional dan menjunjung tinggi prinsip keadilan dalam setiap pertandingan.

“Kepada para atlet, khususnya kelompok usia dini hingga remaja berusia 5–15 tahun, saya harapkan agar mengikuti turnamen dengan serius, disiplin, dan tetap menjunjung tinggi sportivitas,” pintanya.
Ia berharap kompetisi tersebut dapat menjadi salah satu jalan lahirnya atlet-atlet berprestasi yang kelak mengharumkan nama Kotamobagu di tingkat nasional bahkan internasional.

Weny mengingatkan bahwa masa depan atlet muda turut ditentukan oleh peran pelatih, penyelenggara, dan pembina. Pemerintah, kata dia, dapat memberikan dukungan untuk menunjang proses pembinaan tersebut.
“Tujuan turnamen tidak hanya mencari pemenang, tetapi juga menemukan bibit-bibit atlet potensial yang dapat menjadi penerus prestasi bulu tangkis daerah,” harapnya.
Pembukaan turnamen turut dihadiri perwakilan Polres Kotamobagu, Rusdin Zima; perwakilan Pengadilan Negeri, Burhanudin Yusuf; perwakilan Kejaksaan Negeri, Idil Suratinoyo; serta perwakilan Kementerian Agama, Mario Moka.
Hadir pula perwakilan PBSI Sulawesi Utara, Vanda Lontaan dan Venti Lumintang; Ketua Askot PSSI Kotamobagu, Michael Bibisa; serta jajaran KONI Kotamobagu, termasuk Sisman Damopolii.




