Peliput: Iswahyudi Masloman

ZONABMR.com — Berawal dari ketertarikan terhadap olahraga yang ditekuni sang adik, Astried Virgita Lantu justru memilih jalur berbeda. Mahasiswi Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado itu kini menjadi wasit bulu tangkis berlisensi dan siap mengambil bagian dalam perkembangan olahraga tersebut di Kotamobagu dan Bolaang Mongondow Raya.
Open Tournament Bulu Tangkis Wali Kota Cup I Kotamobagu 2026 yang digelar di GOT Bulu Tangkis eks Kantor Bupati, Kelurahan Kotobangon, menjadi pengalaman pertama Astried memimpin pertandingan resmi. Turnamen ini sekaligus menjadi momentum baginya untuk menekuni dunia perwasitan setelah dinyatakan lulus sertifikasi.
Perempuan berusia 22 tahun yang lahir di Desa Bangunan Wuwuk, Kecamatan Modayag Barat, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), itu mengaku bangga atas pencapaian tersebut.
“Puji Tuhan, Astried berhasil dan dinyatakan lulus menjadi wasit berlisensi,” ungkapnya kepada Zonabmr, Sabtu (25/10/2026).
Mahasiswi semester akhir Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unsrat Manado yang menunggu wisuda pada awal 2027 itu berharap dapat lebih banyak terlibat dalam kegiatan bulu tangkis serta berkontribusi terhadap kemajuan olahraga tersebut di Kotamobagu dan Bolmong Raya.
Keberhasilan Astried juga menjadi bagian dari upaya Ketua Pengurus Daerah (Pengda) Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kotamobagu, Sri Afni Manoppo, membenahi sektor perwasitan. Selama ini, Kotamobagu belum memiliki wasit bulu tangkis berlisensi.
Sri Afni, yang juga merupakan inisiator Open Tournament Bulu Tangkis Wali Kota Cup I Kotamobagu 2026, mengaku bangga dengan keterlibatan perempuan muda dalam bidang tersebut.
“Saya tentunya bangga ada perempuan yang ikut serta hingga lulus berlisensi. Sebab, tidak semua perempuan mau menggeluti dunia perwasitan bulu tangkis, apalagi di usia yang masih sangat muda,” kata Sri Afni.
Ia berkomitmen melibatkan Astried dalam kegiatan PBSI Kotamobagu agar kemampuan dan pengalamannya terus berkembang.
Menurut Sri Afni, pelatihan dan sertifikasi wasit merupakan salah satu program kerja yang ingin diwujudkannya selama memimpin PBSI Kotamobagu. Pembenahan juga akan menyasar berbagai aspek organisasi dan pembinaan yang telah berjalan.
“Selain wasit, selama masa kepemimpinan saya, PBSI akan fokus membenahi hal-hal yang sudah ada agar lebih baik dan melengkapi hal-hal yang belum ada, seperti wasit berlisensi. Selama ini, Kotamobagu belum memiliki wasit berlisensi,” ujarnya.
Upaya tersebut mendapat apresiasi dari perwakilan PBSI Provinsi Sulawesi Utara, Vanda Lumintang. Ia mengapresiasi Wali Kota Kotamobagu Weny Gaib dan PBSI Kotamobagu di bawah kepemimpinan Sri Afni atas terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Capaian ini patut diapresiasi, terlebih PBSI Kotamobagu baru terbentuk,” ucap Vanda.
Ia menjelaskan, dari 39 peserta yang mengikuti ujian, sebanyak 26 orang dinyatakan lolos sertifikasi. Vanda juga mengungkapkan bahwa Kotamobagu selama ini belum memiliki wasit bulu tangkis berlisensi.
Kelulusan 26 peserta tersebut menjadi langkah awal untuk memenuhi kebutuhan tenaga perwasitan yang memiliki kompetensi dan pengakuan resmi. Kehadiran Astried sebagai salah satu wasit perempuan berlisensi juga membuka peluang lebih besar bagi perempuan untuk mengambil peran dalam penyelenggaraan pertandingan bulu tangkis di daerah.
Bagi Astried, lisensi ini menjadi awal perjalanan untuk memperluas pengalaman. Sementara bagi Sri Afni, bertambahnya wasit berlisensi merupakan bagian dari pembenahan mendasar untuk mendorong penyelenggaraan kompetisi bulu tangkis yang lebih profesional di Kotamobagu.






