Banjir Bakan Lumpuhkan Akses Jalan, Warga Tuding Ulah Mafia Tambang Emas

187
Banjir Bakan Lumpuhkan Akses Jalan, Warga Tuding Ulah Mafia Tambang Emas
Banjir Bakan Lumpuhkan Akses Jalan, Warga Tuding Ulah Mafia Tambang Emas

Bolmong, ZONABMR.COM – Jalur nasional Bakan–Matali Baru lumpuh total pada Selasa, 12 Agustus 2025, usai banjir bandang melanda Kecamatan Lolayan. Luapan Sungai Bolaang, Tapa’gale, dan Lolotud menyeret lumpur serta batu, memutus akses vital yang menghubungkan wilayah tersebut.

Namun, di balik bencana ini, muncul tudingan keras dari warga. Seorang tokoh masyarakat Lolayan menyebut banjir bukan semata akibat hujan deras, melainkan dipicu aktivitas pertambangan emas ilegal yang beroperasi di wilayah hulu.

“Hutan digunduli, gunung dikeruk. Semua ini ulah tambang emas ilegal yang dikendalikan mafia. Mereka kebal hukum, jadi aktivitasnya terus jalan,” ujarnya geram, Rabu 13 Agustus 2025.

Ia menegaskan, masyarakat sudah muak dengan kerusakan lingkungan yang terus berulang setiap musim hujan.

Warga mendesak aparat bertindak tegas menghantam mafia tambang emas yang dinilai menjadi dalang perusakan alam di Lolayan.

Menanggapi hal itu, Kasat Reskrim Polres Kotamobagu, Ahmad Waafi, S.Tr.K., M.H., memastikan langkah cepat akan diambil.

“Kami akan patroli ke wilayah yang diduga menjadi lokasi tambang ilegal. Jika kedapatan dan terbukti, langsung kami tindak tanpa pandang bulu,” tegasnya.

Berdasarkan UU Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, pelaku tambang ilegal terancam pidana penjara maksimal 5 tahun dan denda hingga Rp100 miliar.

Selain itu, kerusakan lingkungan yang ditimbulkan juga dapat dijerat pasal pidana lingkungan hidup.

Presiden Prabowo Subianto sebelumnya telah mengultimatum pemberantasan mafia sumber daya alam. “Negara tidak boleh kalah oleh mafia SDA,” tegasnya.

Banjir Bakan kini menjadi ujian nyata: apakah aparat benar-benar berani menindak mafia tambang emas, atau rakyat kembali harus menelan pil pahit sebagai korban bencana yang tak kunjung berakhir.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here