Hormati Keluarga Korban Insiden Drag Race, PSSI Kotamobagu dan Panitia TCL Tunda Publikasi Final

33
Hormati Keluarga Korban Insiden Drag Race, PSSI Kotamobagu  dan Panitia TCL Tunda Publikasi Final
Ketua Askot PSSI Kotamobagu, Michael Solat Bibisa & Ketua Panitia TCL 2026, Hendra Mokoagow (Foto: Upi/Hen)

Kotamobagu, ZONABMR.com-Panitia Totabuan Champions League (TCL) 2026 menunda publikasi dokumentasi partai final sebagai bentuk penghormatan kepada keluarga korban tragedi drag race di Kelurahan Upai, Kecamatan Kotamobagu Utara, Minggu (9/8/2026). Kecelakaan terjadi sekitar pukul 16.00 WITA, saat final TCL yang dimulai pukul 15.30 WITA masih berlangsung di Stadion Nunuk Matali.

Final TCL 2026 mempertemukan Bintang Muda Matali (BMM) dengan ZM FC Bolaang Selatan (Bolsel).

Ketua Askot PSSI Kotamobagu, Michael Solat Bibisa, menyampaikan duka cita kepada para korban dan keluarga yang ditinggalkan.

“Kami menyampaikan rasa duka cita dan keprihatinan yang sedalam-dalamnya kepada para korban dan keluarga yang ditinggalkan akibat musibah kecelakaan balap yang terjadi di wilayah Kotamobagu,” kata Michael dalam pernyataan resmi, Senin (10/8/2026).

Michael mengatakan penundaan publikasi dilakukan untuk menghormati korban dan keluarga.

“Sebagai bentuk penghormatan, empati dan kepekaan sosial, kami mengambil keputusan untuk menunda seluruh publikasi dokumentasi Partai Final TCL 2026 yang telah berlangsung kemarin,” ujarnya.

Materi yang ditunda berupa foto, video, cuplikan pertandingan dan dokumentasi lain dari partai final. Publikasi kembali dilakukan secara bertahap pada Senin (10/8/2026).

Ketua Panitia TCL 2026, Hendra Mokoagow, juga menyampaikan doa bagi para korban dan keluarga.

“Kami senantiasa mendoakan agar para korban diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan ditempatkan di tempat yang paling mulia, serta memberikan kekuatan dan ketabahan yang tak terhingga bagi seluruh keluarga yang ditinggalkan,” tuturnya.

Ia berharap peristiwa tersebut menjadi pelajaran dalam penyelenggaraan kegiatan olahraga.

“Semoga musibah ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua untuk senantiasa mengutamakan keselamatan dalam setiap kegiatan,” kata Hendra.

Dalam pertandingan final, BMM keluar sebagai juara TCL 2026 setelah mengalahkan ZM FC Bolsel melalui adu penalti.

Dengan bertambahnya korban meninggal menjadi delapan orang, tragedi drag race tersebut menjadi salah satu kecelakaan dengan korban jiwa terbanyak dalam kegiatan olahraga otomotif di wilayah Kotamobagu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here