Sentuhan Perempuan di Balik TCL 2026 Kotamobagu

9
Sentuhan Perempuan di Balik TCL 2026 Kotamobagu
Rifka Aulia Gaib & Nelly Umbola (Foto: Akbar Taufik)

ZONABMR.comPenyelenggaraan Totabuan Champions League (TCL) 2026 di Kotamobagu tak hanya menyajikan adu taktik di lapangan hijau, tetapi juga menjadi panggung pembuktian kapasitas bagi kaum perempuan di balik layar turnamen.

​Di tengah hiruk-pikuk kompetisi, Aulia Gaib dan Nelly Umbola mengambil peran vital yang menentukan kelancaran ajang tersebut. Keduanya dipercaya memegang kendali penuh atas urusan konsumsi—memastikan ketersediaan serta ketepatan pasokan makanan dan minuman untuk ratusan panitia pelaksana hingga perangkat pertandingan, seperti wasit dan pengawas pertandingan.

​Memastikan kebutuhan logistik konsumsi siap tepat waktu di tengah jadwal pertandingan yang padat bukanlah perkara mudah. Tugas ini menuntut ketelitian, manajemen waktu yang presisi, dan ketahanan fisik. Bagi Aulia, dinamika lapangan tersebut justru menjadi momen untuk menepis pandangan miring tentang peran perempuan di dunia sepak bola.

​”Hal paling berkesan bagi seorang perempuan yang menjadi panitia adalah saat berhasil membuktikan kapasitas diri dan mematahkan anggapan bahwa sepak bola bukan hanya dunia bagi laki-laki,” ujar Aulia.

​Ia menegaskan, tanggung jawab di bagian konsumsi—yang menjadi urat nadi energi para petugas lapangan—membuktikan bahwa perempuan mampu bekerja secara profesional dan mengambil peran krusial dalam manajerial olahraga.

​Aulia juga menyampaikan apresiasinya kepada jajaran pengurus PSSI Kotamobagu atas kepercayaan dan ruang yang diberikan kepada perempuan untuk terlibat langsung dalam ajang TCL 2026.

​Senada dengan Aulia, Nelly Umbola menilai amanah mengelola konsumsi panitia dan perangkat pertandingan sebagai bentuk tanggung jawab besar yang harus dijalankan tanpa cela. Menurutnya, kelancaran konsumsi berdampak langsung pada kesiapan mental dan fisik para petugas yang memimpin pertandingan di lapangan.

​”Suatu kehormatan besar mendapatkan kepercayaan dari Ketua PSSI Kotamobagu, Michael Solat Bibisa dan Ketua panitia TCL, Hendra Mokoagow. Kami berupaya bekerja keras dan memberikan yang terbaik di setiap langkah untuk mendukung visi besar sepak bola di Tanah Totabuan, khususnya Kotamobagu,” kata Nelly.

​Keterlibatan aktif Aulia dan Nelly menunjukkan bahwa keberhasilan kompetisi sepak bola lokal tidak hanya ditentukan oleh 22 pemain di lapangan, tetapi juga oleh kerja keras tim pendukung di luar lapangan. Keduanya berharap ruang partisipasi bagi perempuan dalam ajang-ajang olahraga di Tanah Totabuan dapat terus terbuka semakin lebar pada masa mendatang.

TCL 2026 telah resmi berakhir 9 Agustus 2026 kemarin, dengan partai puncak mempertemukan dua tim tangguh Bintang Muda Matali (BMM) dan ZM Bolsel.

BMM berhasil keluar menjadi juara perdana TCL, setelah menaklukkan ZM Bolsel lewat drama adu penalti usai bermain imbang 1-1 di waktu normal.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here