Pemkot Kotamobagu Dorong Duta Baca Pelajar Jadi Penggerak Literasi di Sekolah

17
Pemkot Kotamobagu Dorong Duta Baca Pelajar Jadi Penggerak Literasi di Sekolah
PEMKOT KOTAMOBAGU DUKUNG DUNIA LITERASI. Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Pemkot Kotamobagu, Ham Rumoroy bersama guru, undangan dan penggerak literasi saat menghadiri FILOSOVI 2026. (Foto: Zonabmr/Limz)

ZONABMR.com — Menghidupkan literasi tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Keterlibatan komunitas, sekolah, dan pelajar dibutuhkan agar budaya membaca tumbuh menjadi kebiasaan, bukan sekadar kegiatan seremonial. Karena itu, Duta Baca Pelajar yang terpilih dalam Festival Lomba Sastra, Video, dan Literasi (FILOSOVI) 2026 diharapkan menjadi penggerak literasi di lingkungan sekolah masing-masing.

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Kotamobagu, Ham Rumoroy, Jumat (23/10/2026), mengatakan kolaborasi antara komunitas literasi dan institusi pendidikan merupakan contoh nyata bahwa pengembangan literasi membutuhkan gerakan bersama.

 

Menurutnya, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri dalam membangun budaya literasi.

Peran komunitas dan sekolah diperlukan untuk memperluas jangkauan kegiatan sekaligus menumbuhkan minat baca di kalangan pelajar.

“Komunitas literasi di Kotamobagu yang telah berkolaborasi dengan Dinas Perpustakaan Kotamobagu ini merupakan contoh nyata bahwa pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Literasi harus menjadi gerakan bersama,” kata Ham dalam keterangannya, Kamis (22/10/2026).

Ia secara khusus menyoroti peran Duta Baca Pelajar yang terpilih dalam FILOSOVI 2026. Para duta diharapkan tidak hanya menjadi simbol keberhasilan dalam kompetisi, tetapi juga mampu menjalankan peran nyata untuk menghidupkan perpustakaan sekolah dan mengajak teman-temannya agar gemar membaca.

“Duta baca siswa yang terpilih adalah penggerak yang tugasnya menghidupkan perpustakaan sekolah dan mengajak teman-teman yang belum suka membaca menjadi suka membaca,” ujarnya.

Ham menilai, peran tersebut penting agar semangat yang dibangun melalui festival dapat berlanjut setelah kegiatan berakhir.

Kehadiran duta baca diharapkan mampu mendorong pemanfaatan perpustakaan sekolah sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang lebih dekat dengan buku dan pengetahuan.

Pernyataan itu disampaikan menyusul pelaksanaan FILOSOVI 2026 yang berlangsung pada 22–23 Oktober 2026 di MAN 1 Kotamobagu Plus Keterampilan dan Riset.

Festival yang mengusung tema Merangkai Kata, Mengabadikan Cerita, dan Menghidupkan Literasi tersebut merupakan kolaborasi Taman Bacaan Masyarakat (TBM) BooKed, Komunitas Tunadiksi, dan MAN 1 Kotamobagu.

Kegiatan ini menghadirkan sejumlah agenda, mulai dari pemilihan Duta Baca Pelajar, lomba baca puisi, lomba video literasi, panggung ekspresi, hingga talkshow literasi.

Mewakili Pemerintah Kota Kotamobagu, Ham menyampaikan apresiasi kepada TBM BooKed dan Komunitas Tunadiksi atas inisiatif serta kolaborasi yang dibangun bersama MAN 1 Kotamobagu sebagai tuan rumah.

Ia menyebut sinergi antara pegiat literasi dan lembaga pendidikan sebagai salah satu kunci membangun ekosistem literasi daerah yang kuat.

Menurut Ham, kegiatan seperti FILOSOVI menyediakan ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan kemampuan, menyalurkan kreativitas, serta membangun cara berpikir kritis melalui beragam bentuk ekspresi.

Pemerintah Kota Kotamobagu, lanjutnya, mendukung wadah inovatif yang mendorong lahirnya generasi muda yang cerdas, kritis, dan kreatif.

Ham berharap kolaborasi serupa terus diperkuat sehingga pengembangan literasi tidak berhenti pada penyelenggaraan festival, tetapi berlanjut melalui program yang melibatkan sekolah, komunitas, dan masyarakat.

Dengan demikian, keberhasilan gerakan literasi tidak hanya diukur dari banyaknya kegiatan yang diselenggarakan, tetapi juga dari tumbuhnya kebiasaan membaca dan meningkatnya keterlibatan pelajar dalam memanfaatkan sumber pengetahuan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here